beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Bisa Redakan Stres, Yuk Intip Manfaat Journaling

Bisa Redakan Stres, Yuk Intip Manfaat Journaling
Image: Ilustrasi journaling (Pexels)

Jakarta - Kegiatan journaling adalah salah satu contoh stress release yang saat ini dilakukan oleh banyak orang.

Lewat journaling, kita bisa memahami apa yang sedang dirasakan dengan menuangkan seluruh isi kepala ke dalam sebuah tulisan.

Social worker, Jessica Hoeper mengatakan, journaling adalah proses membuat perasaan dan pikiran lebih nyata dengan memasukkannya ke dalam bentuk fisik. Jadi ini bisa sedikit meringankan beban yang ada di pikiran.

Sederhananya, journaling ini sama seperti menulis diary. Kamu bisa menulis tentang harimu, membuang pikiran, melampiaskan masalah, atau menuliskan hal-hal yang kamu syukuri. Kamu pun bisa menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. 

Kalau diary biasa ditulis dalam sebuah buku, journaling ini mungkin bisa disebut sebagai bentuk modernnya karena kamu tidak harus memiliki buku diary, melainkan bisa menuangkan pikiran dengan mengetiknya di laptop, atau smartphone yang sering dibawa ke mana-mana.

Nah, sebagai bentuk stress release, journaling ini tentu punya banyak manfaat yang mungkin belum kamu tahu. Yuk cari tahu manfaatnya lewat rangkuman Urbanasia berikut ini.

1. Positive Thinking

1610096209-pikiran-positif.jpgSumber: Ilustrasi berpikir positif. (Freepik)

Menuliskan apa saja yang kamu syukuri adalah salah satu cara mudah untuk mulai membuat jurnal harianmu. Bersyukur adalah cara yang bagus untuk membantu kamu fokus pada aspek positif yang terjadi dalam hari-hari yang kamu lalui. 

Senada dengan yang dituturkan oleh psikolog klinis, John Y Lee bahwa mempraktikkan rasa syukur ini terbukti membantu seseorang untuk merasa lebih bahagia. Lee merekomendasikan untuk meluangkan waktu bersyukur setiap hari di waktu yang sama. Kamu bisa berterima kasih atas hal-hal kecil yang telah kamu terima.

2. Mengenal Diri Sendiri 

1650362331-Foto-4-trauma.jpegSumber: Ilustrasi fokus pada diri sendiri (freepik/lifeforstock)

Menurut asisten profesor klinis di Stanford University, Katie Fracalanza menyebutkan, pengalaman hidup entah besar atau kecil, positif bahkan negatif bisa membantu seseorang untuk memahami bagaimana situasi dan kondisi diri sendiri. Jadi semakin kita mengenal diri sendiri, kita akan tahu apa yang harus dilakukan untuk memperoleh kebahagiaan hidup.

Misalnya, kamu mungkin sering merasa gelisah sebelum bertemu dan berkumpul dengan teman, dan kadang rasanya ingin membatalkan janji temu dengan mereka saja. Tapi setelah bertemu, kamu cenderung merasa bahagia dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar. Kamu bisa menuliskannya dalam jurnalmu, lalu amati pola ini. Sehingga kamu memahami emosi yang kamu rasakan di saat-saat tertentu.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait