Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Cerita 5 Anak Muda Indonesia Habiskan Waktu Selama Pandemi dengan Berkarya

Indi Lusiani,
6 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Cerita 5 Anak Muda Indonesia Habiskan Waktu Selama Pandemi dengan Berkarya
Image: Lulu Il Asshafa (Dok. Unicef Indonesia)

Jakarta - Selama masa pandemi COVID-19 melanda, Unicef Indonesia telah menerima lebih dari 500 karya dari remaja dan anak muda yang membagikan cerita dan pengalaman mereka selama menghadapi pandemi.

Setiap bulannya, akan dipilih satu profil untuk ditampilkan dalam ‘Kisah Inspiratif Anak Muda’. Mari kenal lebih dekat dengan mereka dan dapatkan inspirasi dari aksi mereka di bawah ini.

1. Lulu Il Asshafa

1641894061-Foto-1.-Lulu-Il-Asshafa.jpegSumber: Lulu Il Asshafa (Dok. Unicef Indonesia)

Berbekal materi yang diberikan dari Workshop Videography yang diselenggarakan oleh UNICEF, U-Report, dan Yayasan Setara, video dari seorang pelajar di SMA Negeri 1 Purworejo ini mendapat sambutan hangat dari banyak orang, dengan jumlah like lebih dari 260 ribu yang dipublikasikan oleh UNICEF.

Lulu berharap karyanya dapat menginspirasi kita semua untuk mengoptimalkan waktu yang kita miliki selama pandemi.

“Harapan saya, semoga pandemi cepat berakhir, ekonomi pulih, dan pendidikan normal kembali. Indonesia siap menyambut masa baru dengan kekuatan baru,” mengutip laman Unicef Indonesia, Selasa (11/1/2022).

2. Anfield Wibowo

1641894054-Foto.-2-Anfield-wibowo.jpgSumber: Anfield Wibowo (Dok. Unicef Indonesia)

Anfield Wibowo laki-laki berusia 15 tahun ini sedang menempuh pendidikan di SLB B Pangudi Luhur, Jakarta.

Sebagai remaja tuli dan remaja dengan sindrom asperger, Anfield kerap menghadapi tantangan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi sehari-hari. Akan tetapi, Anfield selalu berusaha dan pantang menyerah.

Berbekal rutin menggambar, melukis, dan melakukan kegiatan kesenian lainnya, Anfield hadir dengan karyanya 'Rasa dan asaku'.

Walaupun keadaan serba sulit, Anfield berpesan agar kita harus tetap bersyukur karena kehidupan tetap ada dan tetap berjalan. Kita harus ingat bahwa semua akan segera berakhir.

3. Olivia Amalia Valentine

1641894051-foto-3---Olivia-Amalia-Valentine.jpgSumber: Olivia Amalia Valentine (Dok. Unicef Indonesia)

Olivia Amalia Valentine atau biasa dipanggil Valent adalah seorang ilustrator asal Yogyakarta. Ia mengisi hari-harinya untuk melukis, membuat ilustrasi dan desain.

Namun selama pandemi, ia memang lebih banyak tinggal di rumah. Tetapi, hal itu tidak menghalanginya untuk berkarya. Ia justru merasa semakin bersemangat untuk berkarya dan membagikan pesan-pesan positif melalui visual dan ilustrasi yang ia buat.

Karya Valent untuk COVID-19 Diaries berjudul ‘Produktif Berkarya Meski di Rumah Saja’. Pesan yang ingin ia sampaikan adalah di mana pun kita berada dan bagaimana pun kondisi saat ini, marilah tetap aktif berkarya. Terus sebarkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, atau orang lain, meski dimulai dari hal-hal kecil.

4. Pandu Permana

1641894048-foto-3---pandu-permana.jpgSumber: Pandu Permana dengan Karyanya ‘Berkarya dari Rumah, dari Kita untuk Kita’ (Instagram @pandudraw)

Pandu Permana adalah seorang ilustrator dari Yogyakarta. Judul karya Pandu adalah ‘Berkarya dari Rumah, dari Kita untuk Kita’.

Pesan yang ingin Pandu sampaikan adalah di mana pun kita berada dan bagaimana pun kondisi kita saat ini, sebisa mungkin cobalah untuk tetap berkarya sesuai kemampuan dan minat kita masing-masing.  

Menurut Pandu, kita harus selalu mencari cara untuk berkarya dan memberikan yang terbaik dari diri kita demi diri kita sendiri, keluarga, teman, dan seluruh masyarakat.

“Selama percikan api harapan itu masih ada, saya yakin kita pasti bisa melakukannya. Jadi, ada dua pilihan ketika menghadapi masa sulit: menyerah pada keadaan dan menjadi semakin terpuruk atau bangkit dan menuju masa depan cemerlang, manakah yang akan kita pilih?” kata pandu.

5. Audy Amariztha Rapsolly

1641894045-foto-5---audy.jpegSumber: Audy Amariztha Rapsolly dengan Karyanya ‘Hello new normal’ (Dok. Unicef Indonesia)

Perempuan 15 tahun ini berasal dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Selama pandemi, Ody melakukan pembelajaran secara online. Ody mengisi waktu luangnya dengan menggambar dan mengambil foto. 

‘Hello new normal’ merupakan judul yang ia berikan untuk karyanya. Melalui karyanya, Ody ingin agar kita semua tetap disiplin menjaga kesehatan dan tetap berada di rumah selama masa pandemi.

Meski berada di rumah saja, ia berpesan supaya kita tidak bermalas-malasan dan tetap produktif. Salah satunya adalah dengan belajar hal baru yang positif.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait