menu
user
URnews

Densus 88 Temukan Atribut FPI saat Geledah Terduga Teroris di Condet

Anisa Kurniasih,
13 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Densus 88 Temukan Atribut FPI saat Geledah Terduga Teroris di Condet
Image: Polda Metro Jaya memperlihatkan atribut Front Pembela Islam (FPI) saat gelar barang bukti penangkapan terhadap tersangka teroris di Jalan Raya Condet,Jakarta Timur (ANTARA)

Jakarta - Temuan atribut berupa kartu anggota (KTA) Front Pembela Islam (FPI) atas nama HH menjadi salah satu bukti yang diamankan Densus 88 dalam penangkapan dan penggeledahan terhadap terduga teroris di Jalan Raya Condet Nomor 1, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Selain KTA, bukti lain yang berhasil dikumpulkan polisi ialah seragam FPI dan sejumlah buku-buku. Bukti tersebut diperlihatkan saat konferensi pers penangkapan empat tersangka teroris yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021). Namun, Fadil belum menjelaskan secara rinci perihal dugaan keterlibatan anggota FPI tersebut.

"Semua barang bukti di tempat kejadian perkara menjadi temuan awal yang akan didalami tim Detasemen Khusus 88 Polri," kata Fadil mengutip Antara.

Fadil mengatakan Kepolisian akan menyampaikan kepada publik apabila memang ditemukan keterlibatan FPI dalam jaringan teroris tersebut.

"Jika ada keterkaitan itu kan sebagai temuan awal yang akan didalami oleh Densus 88, nanti perkembangannya Pak Kabid Humas Yusri Yunus dan tentunya Divhumas dan Densus 88 akan memberikan penjelasan terkait dengan perkembangan hasil penyidikan," tambahnya.

Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror Polri pada Senin menangkap tiga tersangka teroris di Bekasi (Jawa Barat) dan satu tersangka di Condet (Jakarta Timur).

 ZA (37) berperan membeli bahan baku bom serta mengajarkan cara membuat bahan peledak tersebut. Tersangka kedua berinisial BS (43) yang berperan membuat bahan peledak dan tersangka ketiga adalah AJ (46) yang turut membantu ZA membuat bahan peledak dan bersama BS ikut menyusun persiapan teror dengan bom.

Sedangkan tersangka keempat adalah HH (56) yang ditangkap di Condet. Tersangka HH berperan mengatur taktik dan teknik pelaksanaan teror bersama ZA serta membiayai dan mengirimkan video teknis pembuatan bom kepada tiga tersangka lainnya.

Dalam penangkapan, polisi juga menemukan lima bom aktif dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari TATP atau ‘triacetone triperoxidet.

Fadil juga menjelaskan TATP adalah bahan kimia yang sangat mudah terbakar dan bahan peledak yang menggunakan bahan kimia tersebut akan tergolong sebagai "high explosive" atau berdaya ledak tinggi.

Polisi juga menyita sejumlah bahan baku bom seperti aceton cair, hidrogen klorida (HCL), termometer, serbuk aluminium dan gotri.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait