beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Dinkes Bandung Sebut Deteksi Dini HIV AIDS Dapat Tingkatkan Harapan Hidup

Griska Laras,
27 Agustus 2022 15.17.51 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dinkes Bandung Sebut Deteksi Dini HIV AIDS Dapat Tingkatkan Harapan Hidup
Image: Ilustrasi - positif HIV AIDS. (Freepik)

Jakarta — Belum lama ini publik dibuat heboh dengan laporan kasus HIV/AIDS di Kota Bandung. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung mencatat ada 12.358 pengidap HIV/AIDS yang melakukan pelayanan kesehatan per Desember 2021. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kasus didominasi usia produktif. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bandung, Ira Dewi Janin mengatakan deteksi dini HIV/AIDS dapat membuat harapan hidup sehat dan produktif bagi ODHA (orang dengan HIV/AIDS) semakin tinggi. 

“Makanya kita mesti cari yang HIV/AIDS karena kalau tidak akan seperti fenomena gunung es,” kata Ira seperti dikutip Antara, Sabtu (27/8/2022). 

Ira menjelaskan orang yang mengidap HIV/AIDS hanya bisa diketahui lewat tes karena tidak ada tanda dan gejala yang spesifik. Tapi, para pengidap biasanya malu untuk melakukan tes karena adanya stigma negatif dan diskriminasi masyarakat. 

“Stigma negatif tentang HIV/AIDS membuat tenaga kesehatan sulit mendeteksi ODHA. Padahal jika bisa dideteksi dini, ODHA punya peluang untuk tidak masuk ke fase AIDS,” kata Ira.  

“Jangan sampai ada yang meninggal karena sudah masuk fase AIDS. Semoga kita sudah bisa menemukan dan mengobati dari fase HIV saja,”  lanjut Ira. 

Berdasarkan data tahun 1991 – 2021, jumlah pengidap HIV di Kota Bandung mencapai 5.843 orang. Dari angka tersebut, 6 persen di antaranya berstatus mahasiswa. Jika di rata - rata, ada peningkatan kasus HIV/AIDS sekitar 300 - 400 kasus setiap tahunnya. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sendiri sudah melakukan berbagai cara untuk mencegah dan mengatasi HIV/AIDS, dari sosialisasi dan tindakan preventif. 

Melalui sosialisasi, Pemkot Bandung sudah mengenalkan materi kesehatan reproduksi kepada warganya dari usia remaja.

Sementara untuk tindakan preventif, pemerintah meminta ibu hamil melakukan tes HIV sebagai bagian dari standar pelayanan minimal. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait