beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Dugaan Praktik Prostitusi Terselubung di Bekas Dolly, Ini Kata Pemkot Surabaya

Nivita Saldyni,
11 Juli 2022 13.43.53 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dugaan Praktik Prostitusi Terselubung di Bekas Dolly, Ini Kata Pemkot Surabaya
Image: Petugas berpatroli untuk mencegah munculnya praktik-praktik prostitusi terselubung di kawasan Dolly, Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya - Eks lokalisasi Dolly yang telah ditutup sejak 2014 kembali muncul menarik perhatian publik. Pasalnya belum lama ini tersiar kabar munculnya praktik prostitusi di kawasan tersebut dan viral beberapa waktu belakangan.

Kabar itu salah satunya diungkapkan oleh anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i. Dalam sebuah postingan Instagram berjudul 'Geliat (Lagi) Prostitusi Dolly dan Morsen', ia mengaku telah melakukan investigasi dan turun langsung untuk membuktikan kabar yang didapat dari berbagai pihak itu.

"Setelah melakukan investigasi ke lapangan, ternyata kabar bukanya lagi Dolly dan Morsen (Moroseneng) bukan isapan jempol. Di Dolly saya temukan 10 wisma beroperasi lagi. Modusnya wisma digembok dari luar. Gembok dibuka jika makelar di depan rumah membawa masuk laki-laki hidung belang yang ingin jajan kue cinta instan di dalamnya," ungkap Imam dalam postingan Facebook seperti dikutip pada Senin (11/7/2022).

Bukan hanya itu, Imam mengungkap praktik prostitusi terselubung ini juga ditemukan di sebuah kafe yang tak jauh dari Gang Dolly. Di sana para lelaki hidung belang akan diperlihatkan 'katalog' gadis yang ada di ponsel makelar.

"Jika deal, gadis-gadis tersebut dijemput dari tempat kos mereka. Tidak jauh dari cafe yang buka hingga jam 4 subuh itu," sambungnya.

Temuan itu, kata Imam sudah dilaporkannya dalam rapat Komisi A DPRD Surabaya bersama 31 Camat se-Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah membahas hal tersebut dalam pertemuan bersama 154 lurah se-Surabaya.

"Semoga ada upaya dari pemkot mengatasi persoalan sosial dan dosa besar ini. Tidak hanya melarang gadis-gadis itu bermaksiat. Tapi juga dicarikan solusi yang manusiawi. Agar mereka tidak terus menerus ke jalan sesat dan menyesatkan tersebut," tutupnya dalam postingan itu.

Pemkot Surabaya: Itu Hanya Rumor

Camat Sawahan Kota Surabaya, M Yunus menampik isu tersebut. Ia memastikan, eks lokalisasi Dolly sudah ditutup permanen sejak 18 Juni 2014.

"Saya pastikan bahwa Dolly dibuka kembali tidak ada. Itu hanya sebatas rumor, ternyata setelah dicek di lapangan ada yang mau coba-coba dengan praktik-praktik terselubung. Artinya, orang lewat di awe-awe (dipanggil) kemudian ditunjukan gambar (perempuan)," kata Yunus dalam keterangannya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait