Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Gadis 14 Tahun di Bandung Diperkosa lalu Dijual via MiChat, Ini Kata Polisi

Griska Laras,
24 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Gadis 14 Tahun di Bandung Diperkosa lalu Dijual via MiChat, Ini Kata Polisi
Image: Ilustrasi korban perkosaan. (Freepik/doldam10)

Jakarta - Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Bandung menjadi korban penculikan dan pemerkosaan sejumlah pria. Tak hanya itu, remaja berinisial TU itu dijual para pelaku melalui aplikasi MiChat ke 20 pria hidung belang. 

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Rudi Trihandoyo menyebut korban janjian bertemu dengan I, pria yang dikenalnya dari Facebook di Kecamatan Andir.  

“Ya diperkosa sama pelakunya. Untuk perkara itu sudah dilakukan penanganan proses sidik kita lakukan,” kata Rudi. 

Saat bertemu, TU dicekoki miras hingga mabuk dan diperkosa. I lalu menyekap korban dan menghubungi S. S bersama istrinya L terpikir untuk menjual korban sebagai PSK di MiChat.

“Korban diajak ketemu (berkenalan di medsos) dan dicekoki minuman keras setelah diperkosa. Pelakunya kita amankan laki-laki dua orang dan satu perempuan, yang perempuan itu istri salah satu pelaku karena dia ada situ jadi turut serta,” lanjutnya. 

Kini, S, I, dan L sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan. Sementara itu tim masih melakukan mencari puluhan pemerkosa yang masih menjadi buron.

Kasus ini pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @alvianakmal dan menjadi sorotan publik. Dalam unggahan postingannya, @alvianakmal menyebut korban adalah anak dari salah satu pegawainya. 

Dia juga memaparkan kronologi kejadian kasus penculikan dan perkosaan yang menimpa anak pegawainya itu.

Kejadian bermula saat  remaja berinisial TU dinyatakan hilang oleh pihak keluarga pada 15 Desember 2021. Keluarga sudah mencari korban di rumah saudara tetapi TU tidak kunjung ditemukan. 

“Korban diculik di dekat rumahnya, kurang lebih 50 m lalu dibawa ke tempat pelaku dan korban diperkosa secara beramai-ramai,” tulis @alvianakmal. 

Pada 22 Desember, ada yang memberi tahu ayah TU bahwa anaknya dijual di aplikasi MiChat dan menjebak pelaku di daerah Ciroyom. Pelajar SMP itu berhasil ditemukan, namun kondisinya memprihatinkan. 

Akun @alvianakmal mengatakan TU mengalami depresi hingga teriak-teriak ketakutan dan terus menangis. 

“Setelah itu, korban dijual dan dipukuli pelaku dan diseret untuk dipaksa melayani nafsu para laki-laki selama 7 hari disekap dan dipaksa melayani hingga lebih dari 20 orang. Korban dipukuli pelaku dan diancam dibunuh”.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait