beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Harganya Terancam Naik, Begini Sejarah Mi Instan

Hanisa Sutoyo,
21 Juli 2022 15.15.45 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Harganya Terancam Naik, Begini Sejarah Mi Instan
Image: Pinterest/Vincent

Jakarta - Mi instan yang merupakan salah satu makanan populer di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu kini ramai diperbincangkan loh, Urbanreaders. Pasalnya, hidangan murah meriah ini dikabarkan akan mengalami kenaikan harga nih.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut perang antara Rusia dan Ukraina membuat harga produk turunan gandum seperti mi instan ikut naik.

Lantas bagaimana sejarah perkembangan m  instan yang dijual dengan harga murah meriah dan menjadi santapan favorit masyarakat? Berikut penjelasannya.

Sejarah Mi Instan

Menurut World Instant Noodles Association, mi instan pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1958 atau setelah Perang Dunia II.

Pada saat itu, Jepang mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat (AS) dalam bentuk bahan baku gandum yang cukup banyak.

Karena jumlahnya banyak, akhirnya seorang pengusaha bernama Momofuku Ando berkreasi menciptakan mi instan. Hidangan ciptaannya ini juga terinspirasi dari pengalaman dirinya saat melihat para pekerja yang kelelahan rela mengantre demi semangkuk sup ramen hangat.

Karena cara pembuatannya yang simpel dan rasanya yang enak, akhirnya hidangan ini mulai mendunia dan bisa hadir di Indonesia nih.

Diketahui bahwa mi instan pertama di Indonesia adalah Supermie loh, Urbanreaders. Mi ini mulai dipasarkan pada tahun 1971.

Namun, ternyata kehadirannya ini tidak langsung disambut baik oleh masyarakat nih, lantaran rasanya yang kurang pas dengan selera mayoritas warga lokal.

Mi instan pertama di Indonesia diproduksi oleh Sudono Salim yang bekerja sama dengan Jepang. Perlahan tapi pasti Supermie mulai dikenal masyarakat.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait