beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Heboh Rencana Festival Santet di Banyuwangi, Cek Faktanya!

Eronika Dwi,
lebih dari 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Heboh Rencana Festival Santet di Banyuwangi, Cek Faktanya!
Image: Ilustrasi boneka santet (@kigeni666/Instagram)

Jakarta - Rencana Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) untuk menggelar Festival Santet di Banyuwangi, Jawa Timur menuai banyak komentar termasuk dari berbagai pengguna media sosial (netizen).

Beberapa netizen beranggapan bahwa Festival Santet ini adalah ajang mempertontonkan ilmu-ilmu spiritual, seperti mempraktekan ilmu santet di hadapan banyak orang.

Eits, tapi ternyata konsepnya tidak seperti itu, Urbanreaders. Simak faktanya berikut ini, yuk!

Menurut Ketua Perdunu, Kiai Abdul Fatah Hasan, Festival Santet ini bertujuan sebagai media edukasi kepada masyarakat, terutama di Banyuwangi, untuk menghilangkan stigma negatif terhadap dunia santet.

"Kita ingin menghilangkan stigma negatif terhadap dunia santet. Nah, yang perlu dipahami bahwa acara ini tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan orang-orang. Acara ini adalah acara edukasi, acara pembelajaran," kata Gus Fatah sapaan Abdul Fatah Hasan saat dihubungi Urbanasia, Jumat (5/2/2021).

Namun, Gus Fatah menyebut, apa saja bentuk atau media dalam Festival Santet ini sendiri belum direncanakan, atau baru sebuah ide dari Perdunu.

"Nanti bentuknya apa aja, medianya apa yang di edukasikan masih belum kepikiran sampai sana. Kita hanya baru membahas ide akan membuat Festival Santet untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap dunia santet," jelas Gus Fatah.

Gus Fatah juga menekankan bahwa dalam acara ini, pihaknya tidak pernah berencana ingin memperkenalkan budaya santet kepada masyarakat, namun hanya ingin hilangkan stigma negatif.

"Nggak nggak kita tidak pernah ngomomg ingin memperkenalkan budaya santet itu tidak. Kita tidak berencana membuat itu dalam festival ini. Isinya apa belum terpikir, namun yang pasti acara ini adalah edukasi," jelasnya.

Untuk kapan acara Festival Santet ini berlangsung, Gus Fatah mengatakan masih dalam rencana, namun kemarin sempat berencana mengadakannya di bulan Suro atau Muharam.

Sementara terkait perizinan mengenai Festival Santet, Gus Fatah juga menegaskan bahwa pembahasannya masih belum ke tahap sana.  

"Belum izin, belum pembentukan organisasi, belum legal. Kita belum sampai mengarah perizinan organisasinya pun belum, jadi belum izin kegiatan, belum sampai ke sana," katanya.  

Tentang Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu)

1612526951-Ilustrasi-ilmu-dukun.jpgSumber: Ilustrasi ilmu santet. (Pinterest/powerful love spells)

Lebih lanjut, Gus Fatah menjelaskan didirikannya Perdunu dilatarbelakangi oleh keprihatinan para ahli supranatural terkait banyaknya praktek dukun dan perdukunan di online atau media massa lainnya yang hanya modus (penipuan).

"Banyaknya di online-online atau di media massa yang menawarkan jasa dukun atau perdukunan tapi tingkat kebenarannya belum diketahui. Dari situ temen-teman akhirnya ingin mendirikan sebuah organisasi yang membantu masyarakat yang butuh dengan dunia supernatural biar tidak keliru. Mengedukasi masyarakat agar tidak salah ambil keputusan," papar Gus Fatah.

Organisasi Perdunu pun baru dideklarasikan pada 3 Februari 2021 kemarin.

Tanggapan Ahli Supranatural Terkait Festival Santet

1612534946-Mbah-Dimas.jpegSumber: Ahli Supernatural, Mbah Dimas. (Doc. Pribadi Mbah Dimas)

Menanggapi Festival Santet yang masih terdengar awam oleh sebagian masyarakat, ahli supranatural, Mbah Dimas mengungkap bahwa dia sangat mendukung sekali adanya acara tersebut.

Mbah Dimas berharap Festival Santet ini bisa membawa harum budaya Indonesia, walaupun mungkin akan banyak yang skeptis, kafir, atau hal hal berbau agama terkait acara ini.

"Mudah-mudahan dengan ada acara ini dapat membawa harum budaya Indonesia walaupun mungkin banyak yang skeptis, kafir, atau hal hal berbau agama, tapi kan ini kita berbicara tentang adat dan istiadat," kata Mbah Dimas kepada Urbanasia.

Mbah Dimas juga berharap Perdunu bisa memberi sebuah sajian yang baik dalam Festival Santet ini agar tidak ada lagi stigma negatif dari masyarakat terhadap dunia santet.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait