Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

IMM Malang Raya Desak Pemerintah Tuntaskan Pandemi Corona

Shelly Lisdya,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
IMM Malang Raya Desak Pemerintah Tuntaskan Pandemi Corona
Image: ilustrasi PPKM. (Pinterest/KBK)

Malang - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya adalah penerapan Undang-undang (UU) Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018.

"Kami paham, saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Kami mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan kasus COVID-19 dan juga tuntutan-tuntutan dasar masyarakat. Itulah yang menjadi grand issue dari kami yang akan kami sampaikan kepada DPR," ujar Humas IMM, Roni Versal di depan DPRD Kota Malang, Senin (9/8/2021).

IMM pun merangkum, sejak diberlakukannya PPKM Level 4, tidak ada penurunan kasus COVID-19 di Kota Malang. Tercatat, pada 5 hingga 8 Agustus 2021, justru terjadi lonjakan kasus virus corona.

"Meski diterapkan PPKM, nyatanya tidak dapat mengatasi solusi itu. Maka, kamu minta pemerintah mengambil tindakan secara serius dalam menangani pandemi COVID-19," tegas Roni.

Berikut sembilan tuntutan IMM Malang Raya yang disampaikan kepada DPRD Kota Malang:

1. Menerapkan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018 secara mutlak dalam mengatasi pandemi COVID-19

2. Pemerintah wajib mewujudkan pendidikan gratis selama pandemi COVID-19

3. Wujudkan new normal dan pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat

4. Menuntut pemerintah bertanggung jawab terhadap buruh yang di-PHK dan memenuhi kebutuhan dasar dan hak normatif kepada buruh

5. Menuntut pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan bagi tenaga medis

6. Berikan jaminan fasilitas kesehatan yang layak bagi masyarakat

7. Mengecam sikap represif aparat dalam penanganan pandemi COVID-19

8. Menolak tenaga kerja asing (TKA) selama pandemi COVID-19

9. Mendesak Pemerintah Kota Malang untuk tetap memberikan penerangan jalan umum. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait