Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Indonesia Kedatangan 4 Juta Lebih Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Kintan Lestari,
28 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Indonesia Kedatangan 4 Juta Lebih Vaksin Sinovac dan AstraZeneca
Image: Hari ini (2/11/2021) Indonesia kembali menerima 4 juta lebih vaksin COVID-19. (Alfin/Irfan/GPRTV/Kominfo)

Jakarta - Stok vaksin COVID-19 Indonesia kembali bertambah. Hari ini (2/11/2021) sebanyak 4 juta lebih vaksin COVID-19 tiba di Indonesia.

Adapun vaksin yang datang adalah 4 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi, serta vaksin AstraZeneca sebanyak 134.560 dosis yang merupakan donasi Kerajaan Inggris. 

“Pada hari ini, Selasa (2/11) Indonesia kembali menerima dukungan vaksin dari Pemerintah Inggris untuk ketiga kalinya, sebanyak 134.560 dosis vaksin AstraZeneca melalui jalur bilateral," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam siaran pers yang diterima Urbanasia, Selasa (2/11/2021). 

Dengan demikian, Indonesia sudah menerima sebanyak 1 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Pemerintah Inggris.

"Oleh karena itu, atas nama bangsa Indonesia saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Inggris atas dukungan ini. Saya meyakini melalui kerja sama erat dengan berbagai mitra, kita akan bersama-sama melalui pandemi ini," kata Retno Marsudi.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong menyatakan total vaksin dari berbagai merek yang telah tiba di tanah air baik dalam bentuk bulk dan jadi mencapai 321.629.220 dosis. 

Dikatakannya hingga saat ini, sekitar 120 juta masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dengan 73 juta di antaranya telah mendapatkan dua dosis.

Menurut Usman, kedatangan vaksin sebagai upaya pemerintah untuk memastikan keamanan stok vaksin. Apalagi, kemarin (1/11/2021) Badan POM baru saja mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun.

Dengan dikeluarkannya izin tersebut, ia berharap kedepannya perlindungan bagi anak-anak akan lebih optimal, terlebih saat ini sejumlah anak telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. 

Usman menyampaikan kalau pemerintah akan mengatur lebih detail tentang rencana pelaksanaan vaksinasi bagi anak tersebut.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait