Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Ini Karakteristik Startup yang Disukai Para Investor

Afid Ahman,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ini Karakteristik Startup yang Disukai Para Investor
Image: Ilustrasi pengusaha. Sumber: Pixabay/StartupStockPhotos

Jakarta - Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda mulai memberanikan diri untuk mendirikan perusahaan rintisan alias startup. Sayangnya, laju bisnis mereka terkadang terhalang oleh masalah permodalan untuk mengakselerasikan perusahaan yang mereka dirikan.

Untungnya, saat ini sudah banyak firma pengelola dana ekuitas yang bisa menjadi juru selamat bagi para pengusaha start-up yang bisa menopang roda bisnis mereka. 

Meski demikian, para pemilik modal tidak sembarangan dalam memilih perusahaan yang akan diberikan 'uluran tangan' permodalan.

Menurut Co-Founder & Co-Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo karakteristik startup yang diminati para investor adalah perusahaan yang terus berinovasi dan punya cut cost (biaya lebih rendah) paling bisa bertahan dalam banyak kondisi.

Selain itu faktor pendiri (founder) start-up yang punya kejelasan visi dan menguasai bisnis yang dijalankannya. 

"Saya senang anak muda berinvestasi di stock market. Tapi, saya berharap juga generasi muda untuk terjun langsung dalam bisnisnya sendiri. Salah satu kunci dasar untuk kesuksesan bisnis adalah accounting. Orang banyak uang untuk investasi itu banyak, tapi yang bisa menjalankan bisnis itu sedikit," ujarnya saat sesi webinar bersama Ternak Uang.

Pada kesempatan yang sama, Director Northstar Group Henky Prihatna memaparkan start-up yang 'cantik' di mata investor adalah perusahaan yang bergerak di sektor ekonomi digital. 

"Pertumbuhan itu (sektor ekonomi digital) cepat sekali. Tahun 2025, ekonomi digital Indonesia berpotensi meningkat 3x lipat daripada sekarang. Karena yang tadinya konvensional, akan dipaksa bertransformasi ke digital agar bisa bertahan dalam persaingan bisnis," ujarnya.

Sedangkan secara personal, dia menyukai sosok founder startup yang bukan hanya bermodal teori saja. 

"Dari sisi founder, tentu kami melihat visi dan misi perusahaan, lalu founder yang bisa mengeksekusi (visi dan misi tersebut) dengan baik," kata Henky.

Selain itu, investor juga akan mempertimbangkan sektor industri yang dijalankan oleh para pengaju modal. 

"Kami melihat industri mana yang punya prospek besar. Untuk saat ini misalnya edutech, healthtech, atau new media seperti podcast yang menjanjikan revenue besar. Terakhir, business models, make sense atau gak? Profitable atau enggak, itu juga kita lihat sebagai investor," papar Henky.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait