menu
user
URtech

Kabel Bawah Laut Putus, Akses Internet ke Internasional Tumbang

Afid Ahman,
5 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kabel Bawah Laut Putus, Akses Internet ke Internasional Tumbang
Image: Ilustrasi jaringan WiFi. (Pixabay)

Jakarta - Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia atau Askalsi mengonfirmasi putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut Jawa-Kalimantan-Batam-Singapore (SKLL Jakabare) yang dimilliki Indosat. Alhasil akses ke internasional sejumlah penyedia layanan internet (ISP) tumbang.

"ASKALSI (Asosiasi penyelenggra SKKL Seluruh Indonesia) mendapat kabar tersebut, ada beberapa teman-teman ISP seperti Linknet yang juga laporan sudah terpengaruh layanannya," kata Resi Y Bramani, Sekjen ASKALSI.

Dikonfirmasi hal tersebut, pihak Indosat membenarkan hal tersebut. Pun begitu mereka memastikan tidak ada pengaruh terhadap koneksi internet para pelanggannya.

"Secara umum tidak ada dampak dari putusnya SKKL Jakabare tersebut karena Indosat menerapkan sistem redudancy untuk semua traffic backbone internasional sehingga tidak ada dampak langsung terhadap pelanggan selular," ungkap Steve Saerang , SVP Corporate Communication Indosat Ooredoo.

Steve mengungkap SKLL Jakabare putus di area daratan Changi, Singapura pada pukul 9:37 WIB. Penyebabnya adalah tanah amblas di wilayah tersebut.

Saat ini tim operasional tengah berupaya menyambungkan kabel yang terputus. Dan diharapkan koneksi internet kembali normal secepatnya.

"Tim operasional kami berusaha dengan intensif mengembalikan sambungan dan direncanakan dalam waktu 2x24 jam, SKKL Jakabare sudah dapat dipergunakan kembali," ujar Steve.

Untuk diketahui SKLL Jakabare dibangun Indosat pada 2018. Memiliki  panjang 1300 Kilometer melewati wilayah Jawa, Kalimantan, Batam dan Singapura.

SKLL Jakabare disebut punya kapasitas 160 Gbps. Tugas utamanya menyalurkan trafik untuk seluler, data dan internet, sirkuit sewa domestik dan internasional. Selain juga mengoperasikan jasa telekomunikasi berbasis protokol internet.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait