beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Kapolda Metro Tanggapi Penolakan Gelar Street Race di Sirkuit Formula E

Ahmad Sidik,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kapolda Metro Tanggapi Penolakan Gelar Street Race di Sirkuit Formula E
Image: Irjen. Pol. Mohammad Fadil Imran (Tangkapan Layar Instagram @kapoldametrojaya)

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberikan tanggapan terkait penolakan penyelenggaraan street race di sirkuit Formula E yang berada di Ancol, Jakarta Utara.

Awalnya, Fadil berharap bisa menggelar di lokasi tersebut guna menciptakan ekosistem balapan masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Sirkuit Ancol itu, kalau saya bukan soal balap-balapannya. Saya sebenarnya ingin mengembangkan ekosistem di situ," kata Fadil di Polda Metro Jaya, mengutip PMJ News, Senin (11/7/2022).

Menurut Fadil, dengan terselenggaranya street race di sirkuit Formula E, ekosistem balapan bisa terwujud, seperti penyaluran bakat para pebalap liar, kemudian mekaniknya, para pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga pentas seni.

"Karena bukan balapan saja sebenarnya untuk menyalurkan mereka yang hobi kecepatan, yang hobi street race di jalan, tapi di dalam ekosistem street race itu ada pembalap, ada mekanis, ada UMKM, ada pentas seni di situ, dan itu sudah saya uji cobakan," tuturnya.

Selain itu, pelaksanaan street race di sirkuit Formula E bisa menyumbangkan keuntungan untuk pengelola sirkuit Ancol.

Di sisi lain, Ia mengingatkan bahwa pemanfaatan balapan jalanan harus dipikirkan secara terbuka untuk menciptakan ekosistemnya.

"Jadi sebenarnya bagi Ancol kalau dia izinkan street race itu di Ancol dia sebenarnya bisa untung, tapi itu kalau dilihat secara ekosistem. Tapi kalau yang berpikiran sempit, melihatnya hanya balapan, itu tidak akan sampai ke sana barang kali," sambungnya.

Fadil pun menegaskan terkait ekosistemnya yang berdampak pada sektor ekonomi dan sosial budaya.

“Ingat, jadi bukan balapannya, tapi ekosistem yang memiliki dampak yang luas dari segi ekonomi dan sosial budaya,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait