beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kasus Polio Ditemukan di Kabupaten Pidie, Ini Penyebabnya

Griska Laras,
21 November 2022 13.45.08 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kasus Polio Ditemukan di Kabupaten Pidie, Ini Penyebabnya
Image: Polio/Freepik

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan kejadian luar biasa (KLB) polio setelah seorang anak dilaporkan positif. Ini menjadi kasus polio pertama yang terjadi di Indonesia setelah menerima bebas polio dari WHO pada 2014.  

Pasien merupakan anak berusia 7 tahun yang mengalami demam dan keterbatasan gerak di kaki. Setelah diperiksa dan menjalani serangkaian tes, ternyata hasilnya positif polio tipe 2. 

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Maxi Rein Rondonuwu membeberkan penyebab kemunculan kasus polio di Kabupaten Pidie setelah lebih dari delapan tahun.

Dari penyelidikan epidemiologi, cakupan imunisasi yang rendah menjadi penyebab utamanya. Berdasarkan laporan, sebanyak 415 Kabupaten/Kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi, termasuk Aceh. 

“Kalau lihat cakupan oral polio virus OPV dan IPV memang seluruh Indonesia rendah terutama saat pandemi COVID-19,” ujar dr Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangan resmi di situs Kemenkes, Jakarta, Sabtu (19/11/2022). 

Selain minimnya vaksinasi, dr Maxi juga menyebut masih banyak warga yang tidak menerapkan perilaku hidup bersih. Bahkan masih ada yang buang air besar di  sungai. 

Meskipun ada toilet, lubang pembuangan mengalir langsung ke sungai. Padahal air sungai dipakai sebagai sumber aktivitas penduduk, termasuk tempat bermain anak. 

Kini Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan, WHO, dan UNICEF tengah melakukan pelacakan untuk mencari kasus lumpuh layuh lain di sekitar tempat tinggal kasus. 

Sementara untuk mencegah penularan, dr Maxi menyebut pemerintah akan menggencarkan imunisasi polio tambahan bagi anak usia 0-13 tahun di seluruh Provinsi Aceh mulai 28 November mendatang. 

Selain itu, akan ada edukasi tentang perilaku gaya hidup bersih dan sehat, terutama perilaku buang air besar di jamban, cuci tangan pakai sabun, dan menggunakan air matang untuk minum. 

“Saya menghimbau agar masyarakat segera melakukan imunisasi rutin bagi anak-anak sesuai jadwal. Selain itu penting menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tutur dr Maxi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait