beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Keluarga Korban Kanjuruhan Diberi Bantuan Tunai di 40 Hari Pasca Tragedi

Eronika Dwi,
15 November 2022 18.58.48 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Keluarga Korban Kanjuruhan Diberi Bantuan Tunai di 40 Hari Pasca Tragedi
Image: Esteh Indonesia menyerahkan bantuan tunai kepada keluarga korban Kanjuruhan. (Istimewa)

Jakarta - Tepat 40 hari pasca tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 135 meninggal dunia, pihak Esteh Indonesia menyalurkan bantuan uang tunai kepada keluarga korban meninggal sebesar Rp 50 juta.

Penyerahan bantuan tersebut diwakili oleh Direktur Marketing PT Esteh Indonesia Makmur, Dihya Nur Rifqy yang ke Malang untuk menyerahkannya secara langsung kepada keluarga korban.

Selain dana bantuan yang sebagian besar disiapkan oleh Esteh Indonesia, terdapat juga bantuan dana gotong royong dari Brand Foreshtree dan Maicih.

Dihya Nur Rifqy berharap semoga bantuan dari gotong royong dengan Foresthree dan Maicih yang dapat sedikit membantu keluarga korban meninggal dunia untuk menjalani kehidupan sehari-sehari pasca tragedi tersebut, yang mana sebagian dari kehilangan tulang punggung keluarga.

"Semoga kegiatan yang kita lakukan ini dapat memberikan manfaat dan membantu para keluarga korban untuk terus bisa menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu Esteh Indonesia juga akan berkomitmen untuk dapat selalu hadir ditengah-tengah masyarakat yang sedang membutuhkan sebagai komitmen kami menyebarkan kebaikan. Seperti moto Esteh Indonesia Happiness is Simplicity," ucap Dihya Nur Rifqy, dikutip dari keterangan resmi, Senin (14/11/2022).

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022.

Kekalahan Arema FC memicu sejumlah suporter turun dan masuk ke area lapangan. Kemudian aparat menembakkan gas air mata, sehingga suporter panik dan saling berdesakan untuk keluar stadion.

Akibatnya, ratusan orang dilaporkan luka-luka dan 135 orang meninggal dunia. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait