beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kemenkes Ungkap Kondisi Pasien Cacar Monyet, Masih Harus Isoman 

Griska Laras,
31 Agustus 2022 17.33.27 | Waktu baca 1 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kemenkes Ungkap Kondisi Pasien Cacar Monyet, Masih Harus Isoman 
Image: Ilustrasi - penyakit cacar kulit atau monkeypox. (Freepik)

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan informasi terbaru soal kondisi pasien pertama cacar monyet alias monkeypox di Indonesia. 

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan kesehatan pasien sudah mulai membaik, tapi masih perlu isolasi mandiri. 

“Untuk kasus (pasien) positif, hingga kini kabarnya sudah membaik. Tapi masih kita isolasi dulu,” ujar Syahril, Selasa (30/8/2022). 

Dari keterangan Syahril, ruam yang dialami pasien sudah mulai mengelupas, bahkan sudah mulai tumbuh kulit baru. 

“Cacarnya sudah membaik dan mengering, sudah mengelupas dan tumbuh kulit baru”. 

Syahril menyebut pasien saat ini sudah memasuki hari kelima belas. Sementara masa isolasi berlangsung selama tiga minggu atau 21 hari. 

Berbeda dari pasien COVID-19 yang perlu melakukan PCR ulang, orang yang terpapar cacar monyet bisa dinyatakan sembuh setelah melihat kondisi luka yang dialaminya. 

Selain kondisi luka, pasien akan dicek kondisi lain, seperti demam, sakit kepala, dan luka ruam. 

“Pasien saat ini sudah masuk hari kelima belas. Keluar di hari ke-21 nanti. Jadi perhitungannya dari klinis, sudah nggak demam, nggak ada luka, dan nggak ada gejala lain,” ujar Syahril. 

Pemerintah juga telah melakukan tracing dan pemantauan terhadap keluarga pasien. Dari hasil PCR, Tidak ada satu kontak erat yang tertular monkeypox. 

“Sudah di-tracing dan tidak ada satu kontak erat pun yang positif,” pungkasnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait