menu
user
URnews

Kemensetneg Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Keluarga Cendana

Shelly Lisdya,
9 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kemensetneg Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Keluarga Cendana
Image: Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (@tamanmini.indonesia/Instagram)

Jakarta - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) telah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.

Kemensetneg mengambil alih karena rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), agar kualitas pengelolaan aset negara menjadi lebih baik.

“Dari data BPK pada bulan Januari 2021 untuk laporan hasil pemeriksaan 2020, rekomendasinya harus ada pengelolaan yang lebih dari Kemensetneg untuk aset yang dikuasai negara tersebut,” kata Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, seperti dikutip ANTARA, Kamis (8/4/2021).

Sebelum temuan BPK, dijelaskan, pihaknya telah sejak lama memberikan pengarahan kepada pengelola TMII agar meningkatkan kualitas layanan. 

"Kemudian, audit dilakukan terhadap pengelolaan TMII. Ada tim legal audit yang dari Fakultas Hukum UGM yang masuk ke sana, kemudian BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) masuk untuk audit finansial, dan terakhir ada temuan dari BPK,” bebernya.

Dari hasil temuan tersebut, Kemensetneg mengajukan untuk mengambil alih kembali pengelolaan TMII. Tak lama, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19/2021 tentang Pengelolaan TMII.

Dalam perpres tersebut dijelaskan, penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Kemensetneg serta berakhirnya pengelolaan oleh Yayasan Harapan Kita.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menjelaskan, bahwa TMII sejak dulu merupakan aset milik negara di bawah Kemensetneg. Namun pada tahun 1977, terbit Keputusan Presiden Nomor 51/1977 yang memberikan pengelolaan TMI kepada Yayasan Harapan Kita.

“Selama 44 tahun Yayasan Harapan Kita sudah mengelola aset negara ini yang tercatat di Kemensetneg dan kami berkewajiban untuk mengelola, untuk memberikan manfaat seluas-luasnya ke masyarakat," tandasnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait