beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Kisah Tragis Cinta Terpisahkan Ajal di Gunung Salak

Alfian Muntahanatul Ulya,
18 November 2022 19.30.02 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kisah Tragis Cinta Terpisahkan Ajal di Gunung Salak
Image: Ilustrasi Kematian. (Freepik)

Jakarta - Gunung menjadi lokasi yang tak pernah lepas dari hal-hal berbau mistis, salah satunya Gunung Salak di Jawa Barat yang menjadi saksi kisah cinta tragis karena terpisah ajal.

Kisah tersebut berawal dari Wulan, seorang wanita yang kehilangan sang kekasih bernama Agung saat melakukan pendakian di Gunung Salak, Jawa Barat, pada 2014.

Kematian Agung juga sempat jadi perbincangan netizen, yang mana kala itu diberitakan ada dua mahasiswa meninggal dunia akibat terserang hipotermia di Gunung Salak. 

"Sempat ramai di media, dua mahasiswa meninggal di Gunung Salak, sisanya luka-luka," ungkap Wulan, dikutip dari YouTube RJL 5 - Fajar Aditya, Kamis (17/11/2022). 

Wulan mengklaim bahwa ia merupakan cinta pertama dan terakhir mendiang kekasihnya itu. Sebab, kata Wulan, dia adalah pacar pertama Agung.

"Jadi putusnya karena maut, dia nggak pernah pacaran, saya cinta pertama dan terakhirnya dia," ujarnya.

Menurut Wulan, kejadian naas yang menimpa Agung itu bermula ketika sang kekasih tengah menjalani pelatihan organisasi pecinta alam di kampusnya.

Sepeninggal Agung, Wulan mengaku jika dia terus diikuti oleh arwah kekasihnya yang meregang nyawa di Gunung Salak.

Sebelum berangkat mendaki gunung tersebut, Wulan merasa punya firasat yang aneh terhadap sikap Agung.

"Dia sempat kirim voice note lagu Pasto (berjudul) 'Aku Pasti Kembali', dia nyanyi dari awal sampai akhir. Aku nanya kenapa kirim lagu ini, dijawab aku takut nggak pulang," kenangnya. 

Tak hanya itu, Wulan juga bercerita bahwa sang kekasih sempat memintanya melakukan sesuatu yang nggak biasanya.

"Dulu kan masih pakai BBM, kamu ganti dong DP (display picture) nya biar sama kayak aku,” kata Wulan.

Singkat cerita, almarhum pun berpamitan untuk berangkat mendaki. Hari pertama, Agung berpamitan kepada Wulan bahwa semua ponsel peserta akan dikumpulkan ke panitia.

"Hari pertama dia jalan, gue nunggu kabar juga nggak bisa, gue kumpul sama teman-teman gue, gue mimpi, gue mimpi almarhum meninggal," terangnya.

Dalam mimpi itu, Wulan bisa melihat dengan sangat jelas, Agung telah meninggal dunia dan memakai kain kafan.

Tapi Wulan berusaha menenangkan diri dan bercerita kepada temannya. Mereka pun merespons bahwa arti dari mimpi tersebut biasanya justru orang itu akan berumur panjang.

Nggak berhenti di situ, setelah bermimpi hal itu, kejadian aneh menimpa Wulan dan keluarganya yang jatuh sakit selama dua hari.

Hari demi hari akhirnya terlewat, dan tibalah saat Agung harusnya pulang dari pelatihan. Namun sampai detik itu juga Wulan tak kunjung menerima kabar. 

Akhirnya dia berinisiatif untuk membuka Twitter, dan mendapat kabar dari direct message salah seorang pengguna Twitter bahwa Agung telah meninggal dunia. 

Mendengar kabar itu, Wulan bersikukuh tidak percaya kalau kekasihnya sudah tiada. Akhirnya Wulan pun dijemput oleh rekan-rekannya untuk dibawa menuju ke rumah duka.

Setelah bertemu dengan orang tua Agung, dari situlah baru Wulan percaya kalau memang orang yang dicintainya nggak akan pernah kembali lagi. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait