Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Kompolnas: Terbukti Aniaya Aurellia Renatha, Rachmat Widodo Bisa Dipecat

Shelly Lisdya,
14 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kompolnas: Terbukti Aniaya Aurellia Renatha, Rachmat Widodo Bisa Dipecat
Image: Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti. (Dok. Urbanasia)

Jakarta - Kombes Rachmat Widodo yang terseret kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akhirnya dijatuhkan sanksi administratif oleh Polri.

Atas pelanggaran etik yang dilakukan Rachmat, ia pun kemudian dipindahkan ke suatu jabatan yang lebih rendah alias didemosi selama satu tahun.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mendukung langkah Polri yang men-demosi Rachmat Widodo. Bahkan ia meyakini akan dipecat jika terbukti bersalah di persidangan.

"Terkait sanksi demosi yang dijatuhkan Propam, saya mendukung Propam yang telah menjatuhkan sanksi etik berupa demosi. Kita lihat nanti, jika RW terbukti bersalah di sidang pengadilan, saya memperkirakan akan ada sanksi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)," katanya kepada Urbanasia, Sabtu (9/10/2021).

Sang anak, Aurellia Renatha dan Kombes Rachmat Widodo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pelanggaran masing-masing karena saling melapor.

Namun, Aurellia Renatha dalam hal ini bisa dilindungi oleh KUHP karena berusaha membela diri karena melakukan perbuatan pembelaan darurat untuk membela diri atau orang lain atau hartanya dari serangan atau ancaman yang melawan hukum.

"Sedangkan untuk sangkaan yang menjerat anaknya, jika prosesnya sudah berjalan, dia diharapkan bisa membuktikan tindakannya sebagai pembelaan diri. KUHP melindungi orang yang membela diri," kata Poengky.

Poengky sangat menyayangkan gagalnya upaya perdamaian antara bapak dan anak itu. Dia berharap Kombes Rachmat Widodo terketuk hatinya untuk berdamai dengan anaknya.

"Sungguh menyedihkan melihatnya. Hubungan darah ayah dan anak tidak akan terhapus. Saya berharap Kombes RW terketuk hatinya untuk berdamai dengan putrinya, darah dagingnya sendiri," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait