menu
user
URstyle

Kunci Sukses Eiger dalam Bisnis: Utamakan Kualitas dan Komunitas

Anisa Kurniasih,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kunci Sukses Eiger dalam Bisnis: Utamakan Kualitas dan Komunitas
Image: Eiger Store di Jalan Sumatera, Bandung Jawa Barat (Anisa/Urbanasia)

Bandung – Eiger Adventure menjadi brand perlengkapan outdoor lokal yang selalu diganderungi oleh para penggiat aktivitas alam dan luar ruang.

Brand yang dinaungi oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) ini telah menemani masyarakat sejak 1989 dan hingga saat ini terus menjaga konsistensinya melalui berbagai inovasi pada produk - produknya.

Nah FYI, Eiger memiliki tiga kategori produk guys yakni Mountaineering, Riding dan Lifestyle 1989.

Masing-masing produk diproduksi melalui proses Designed-Developed-Tested agar dapat memberikan kualitas terbaik bagi konsumen. 

Proses tersebut dimulai dari riset yang dilakukan secara rutin seperti memantau perkembangan tren dan menjelajahi berbagai daerah untuk mencari bahan-bahan unggulan dan inspirasi dari tradisi dan kebudayaan Indonesia.

Selain itu, Eiger juga selalu berdiskusi bersama rekan-rekan komunitas dan penggiat aktivitas outdoor untuk mendapatkan wawasan dan informasi tentang kebutuhan dan preferensi di lapangan.

"Eiger berkomitmen untuk terus-menerus melakukan riset dan pengembangan agar produk yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya," ujar Christian Hartanto Sarsono, Deputy CEO PT Eigerindo MPI di Bandung, Senin (15/3/2021).
 
Ia menambahkan, mulai dari konsumen, penggiat alam terbuka, pemerhati dan komunitas selalu memberikan masukan yang berharga untuk peningkatan kualitas dan pengembangan produk Eiger.
 
Kemudian, setelah melalui proses riset, selanjutnya dikembangkan menjadi desain yang dilanjutkan dengan pembuatan proto sample dan dilakukan uji coba oleh tim Quality Control dan Eiger Adventure Service Team (EAST) di lapangan, khususnya pada produk-produk yang memiliki fungsi high technicality. 

"Jika tidak ada kendala dan sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan, baru kami lanjutkan ke tahap produksi untuk didistribusikan secara masal," kata Adji Santoso, Deputy Managing Director PT Eksonindo MPI, yang merupakan perusahaan manufaktur penghasil produk Eiger.

Proses tersebut dimulai dari tahap digitalisasi dan dokumentasi pola, pemotongan bahan, penjahitan, pemasangan aksesoris, hingga pengepakan.

1615948102-pabrik-eiger.jpegSumber: Proses produksi tas Eiger di PT Eksonindo MPI yang berlokasi di kawasan Kopo, Bandung pada Senin (15/3/2021). (Anisa/Urbanasia)

Urbanasia pun berkesempatan untuk berkunjung untuk melihat langsung proses pembuatan produk-produk Eiger di PT Eksonindo MPI yang berlokasi di kawasan Kopo, Bandung pada Senin (15/3/2021).

Bersama tim Eiger Adventure, Urbanasia melihat bagaimana proses pembuatan tas yang sangat diproses dengan detail mulai dari pemilihan bahan, pemotongan kain hingga proses penjahitan yang menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi untuk menciptakan kualitas produk yang sempurna. 

Dalam proses produksi itu, operator yang bekerja terlihat sangat memperhatikan SOP dengan menggunakan pakaian keselamatan kerja lengkap dan juga protokol kesehatan. 

Tak hanya memperhatikan sisi kualitas dan mengutamakan kebutuhan para komunitas, Eiger juga memiliki strategi penjualan dengan berbagai cara seperti mendistribusikan ke 250 Eiger Adventure Store di seluruh Indonesia.

Mereka juga menjual produk-produk di kanal online melalui website Eiger Adventure meupun official store di berbagai marketplace. 

"Eiger akan terus mengeksplor peluang-peluang ekspansi ke depannya agar semakin dapat menjangkau dan menemani lebih banyak Eigerian," tambah Christian.

Salah satu langkah sederhana lain  yang Eiger lakukan adalah dengan menjadikan toko-toko flagship mereka lebih dari sekedar tempat bertransaksi jual-beli saja, melainkan juga sebagai tempat berinteraksi bersama rekan-rekan komunitas.

Tak cuma itu, Eiger juga meluncurkan program sebagai upaya bersama dalam pelestarian alam, yaitu 'Tree Adoption' yang sudah berjalan sejak tahun 2012. 

Dengan melakukan minimal pembelian Rp 100.000, Eigerian akan mendapatkan bibit tanaman yang dapat ditanam di lingkungannya sendiri atau di serahkan ke toko untuk bantu ditanamkan melalui Gerakan Tanam Indonesia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait