Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Lamongan Jadi Daerah Pertama di Jawa yang Masuk PPKM Level 1

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Lamongan Jadi Daerah Pertama di Jawa yang Masuk PPKM Level 1
Image: Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim. (Dok. Humas Pemprov Jatim)

Lamongan - Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) menjadi daerah pertama di Pulau Jawa yang berhasil masuk level 1 dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal ini didapatkan dari hasil asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dirilis Selasa (7/9/2021) lalu.

"Alhamdulillah, Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki kabupaten/kota pada level 1 sesuai asesmen yang dilakukan Kemenkes RI yaitu Lamongan," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya di Malang, Rabu (8/9/2021).

Atas pencapaian tersebut, orang nomor satu di Jatim itu bersyukur dan berterimakasih atas kerja keras dan partisipasi semua pihak yang ikut mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim. Mulai dari Forkopimda Jatim, Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat.

"Terima kasih kekompakan dari semua pihak, termasuk bupati/walikota bersama Forkopimda se-Jatim, nakes dan sebagainya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa dari total perkembangan level yang ada, membuat situasi asesmen Provinsi Jatim juga turun jika dibandingkan antara asesmen situasi COVID-19 Jatim per 1 Agustus 2021 dan 6 September 2021.

“Dari 30 kabupaten/kota level  4, kini turun menjadi dua kabupaten/kota tingkat 2. Ini membuat Jatim turun asesmen dari tingkat 4 menjadi tingkat 2,” jelasnya.

Khofifah juga mengatakan bahwa penanganan COVID-19 di Jatim dari berbagai unsur juga mengalami perbaikan. Mulai dari tren kasus positif, rawat inap, kematian, positivity rate, hingga BOR, semuanya mengalami penurunan. Hal ini pun dibarengi dengan tren tracing yang meningkat.

Dari data Satgas COVID-19 Jatim, tren kasus positif menurun dari 115,7 menjadi 13,68 kasus per 100 ribu penduduk/minggu. Tren rawat inap, dari 36,82 turun menjadi 9,58 kasus per 100 ribu penduduk/minggu. Sementara tren kematian, turun dari 6,27 menjadi 1,8 kematian per 100 ribu penduduk/minggu. 

Untuk tren positivity rate, turun dari 47,09% menjadi 3,55% positivity rate per minggu. Sedangkan BOR, turun dari 81,51% menjadi 20,37% BOR per minggu. Nah untuk tren tracing, meningkat dari 1,27 menjadi 12,6 kontak erat dideteksi per kasus per minggu.

"Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Jatim ini juga sudah berada sangat jauh di bawah standar WHO yaitu di bawah 60 persen. Per tanggal 7 September BOR ICU tercatat  28 persen, BOR isolasi di RS tercatat 16 persen, BOR Isolasi di RS Darurat 19 persen dan BOR di isoter 14 persen," bebernya.

Oleh karenanya, Khofifah pun meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar COVID-19 makin terkendali dan terus melandai.

"Kembali saya mohon kepada semua pihak dan masyarakat untuk  tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi, tracing dan testingnya juga terus kita tingkatkan," pesannya.

Sebagai informasi, dari asesmen yang dilakukan Kemenkes RI per  6 September 2021, Provinsi Jatim masuk dalam level 2. Berikut data hasil asesmen situasi Kabupaten/Kota di Jatim dari Kemenkes RI per 6 September  :

Level 1 : Kab. Lamongan

Level 2 : Kab. Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kab. Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan. 

Level 3 : Kab. Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun , Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, dan Blitar. 

Level 4 : Kab. Ponorogo dan Kab. Magetan.

1631079255-asesmen-jatim.jpgSumber: Hasil asesmen Kemenkes untuk Provinsi Jatim. (Dok. Humas Pemprov Jatim)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait