Hot News

Jakarta - Pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh negara di dunia telah mempengaruhi Kesehatan mental manusia dalam menghadapi berbagai aspek seperti lingkungan, ekonomi dan juga sosial. 

Dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) merilis hasil temuan lapangan dan riset, sekaligus mengantisipasi penanganan potensi masalah psikologis yang dialami masyarakat.

Memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan kesehatan jiwa yang baik, termasuk di masa pandemi, Ketua Umum PDSKJI, dr Diah Setia Utami, meminta masyarakat untuk mengakses Swaperiksa Web PDKSJI. Mereka juga diminta mengakses layanan psikologi klinis selama pandemi COVID-19.

“Sejak ditemukan kasus COVID-19 pertama kali, PDSKJI segera meluncurkan Swaperiksa Web guna mencegah kepanikan massal dalam suasana batin yang mencekam. Selain itu untuk membantu masyarakat dalam menangani perasaan tidak nyaman,” ujar dr. Diah dalam webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020, Rabu (14/10/2020).

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia DR Indria L. Gamayanti, menyampaikan, Tim Satgas IPK Indonesia untuk Penanggulangan COVID-19 telah memberikan layanan penanganan psikologis sejak Maret 2020 hingga sekarang.

“Baik melalui layanan tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan, layanan telekonseling, hingga layanan teks,” terang Indria.

Selama masa pandemi, IPK Indonesia juga melakukan pendataan terkait layanan yang diberikan oleh psikolog klinis sesuai masalah yang dikeluhkan masyarakat. Selain itu diagnosis yang diberikan berguna sebagai data konkrit untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa dan langkah penanganan psikologis ke depannya.

Seperti diketahui, selama Oktober 2020, PDSKJI mencatat jumlah pengisian swaperiksa masyarakat di web PDSKJI berjumlah 5661 buah, berasal dari 31 provinsi dengan temuan 68% mengalami masalah psikologis dan 32% tidak ada masalah gangguan Kesehatan Jiwa selama pandemi.

“Selama Oktober 2020, jumlah pengisian swaperiksa masyarakat di web PDSKJI berjumlah 5661 buah, berasal dari 31 provinsi dengan temuan 68 persen mengalami masalah psikologis dan 32 persen tidak ada masalah psikologis,” ujar Ketua Umum PDSKJ, dr Diah Setia Utami.

Lebih lanjut, ia mengatakan, ada sebanyak 67,4 persen masyarakat memiliki gejala cemas dengan terbanyak kelompok usia dibawah 30 tahun. Sementara, 67,3 persen mengalami depresi selama masa pandemi di Indonesia. 
 

 

Komentar

Loading ..