beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Mario Teguh Diperiksa Bareskrim Terkait Robot Trading Net89 Besok

Nivita Saldyni,
9 November 2022 09.34.38 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mario Teguh Diperiksa Bareskrim Terkait Robot Trading Net89 Besok
Image: Motivator Mario Teguh. (Instagram/@marioteguh)

Jakarta - Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri bakal kembali memeriksa seorang figur publik terkait kasus dugaan penipuan serta penggelapan robot trading Net89. Kali ini giliran motivator Mario Teguh yang bakal diperiksa penyidik sebagai saksi dalam kasus Net89, Kamis (10/11/2022).

“Sudah kami layangkan panggilan untuk hari Kamis tanggal 10 November pukul 10,” ujar Kasubdit II Dirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara kepada wartawan, Selasa (8/11/2022).

Chandra menambahkan, Mario diketahui sempat memberikan pelatihan kepada Reza Paten yang jadi tersangka dalam kasus ini. Untuk itu pihaknya bakal menggali keterangan seputar pelatihan tersebut. 

"Yang sesuai dengan keterangan dari tersangka, Pak Mario sempat sampaikan semacam coaching gitu. Kami uraikan hubungannya apa," jelas Chandra.

Sementara itu hingga hari ini penyidik telah memeriksa sekitar 40 orang saksi. Beberapa di antaranya merupakan figur publik, yaitu Kevin Aprilio, Taqy Malik, dan Atta Halilintar yang telah diperiksa minggu lalu. 

Sebelumnya, Reza Paten atau Reza Shahrani telah ditetapkan sebagai tersangka bersama delapan orang lainnya. Beberapa di antaranya merupakan para petinggi PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI) yang menaungi Net89. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 dan/atau Pasal 34 ayat 1 juncto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga dikenakan Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 198 tentang Perbankan.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait