menu
user
URnews

Masa Pandemi Jadi Waktu Tepat untuk Beli Rumah? 

Griska Laras,
22 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Masa Pandemi Jadi Waktu Tepat untuk Beli Rumah? 
Image: Ilustrasi rumah/Freepik by Shisuka

Jakarta - Bisnis properti jadi salah satu sektor usaha yang terdampak pandemi COVID-19. Akibatnya, harga sebagian properti seperti rumah dan apartemen mengalami penurunan.

Namun situasi ini justru dinilai menguntungkan bagi orang yang ingin membeli properti.

Senior Manager BRI Andi Halim Rahman, menyebut masa pandemi sebagai waktu yang tepat jika ingin membeli rumah.

Menurutnya ada banyak keuntungan yang bisa didapat apabila membeli properti saat harga tertekan seperti sekarang. Apalagi properti merupakan instrumen investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan.

"Sebenarnya, menurut saya, sekarang ini justru waktu yang tepat buat membeli properti ya. Banyak sekali stimulus dari pemerintah, banyak promo dari perbankan maupun developer. Seharusnya itu bisa dimanfaatkan teman-teman milenial," kata Andi dalam Live IG URwealth.

"Memang secara keseluruhan sektor properti sedang mengalami penurunan, tapi menurut saya hal ini bukan disebabkan karena daya beli turun, tapi orang-orang saat ini cenderung lebih meningkatkan porsi dana darurat. Properti itu kan investasi jangka panjang ya, jadi kita bisa mendapatkan capital gain di masa depan," jelasnya.

Andi juga memberikan beberapa tips bagi yang ingin berinvestasi di sektor properti. Menurutnya tidak perlu menunggu punya uang banyak dulu jika ingin membeli sebuah properti. Tetapi bisa memanfaatkan tau leverage.

"Dalam membeli properti ada tipsnya. Kita tidak perlu beli sejumlah nilai propertinya. Misalnya harga rumah Rp 500 juta, kita tidak perlu menyediakan uang senilai Rp 500 juta untuk membeli properti itu, kita bisa menggunakan kredit dengan KPR atau leverage," jelasnya.

"Pemerintah juga memberikan insentif PPN, misalnya untuk rumah senilai Rp 2 miliar itu PPN-nya free. Jadi 10 persen sudah untung duluan," pungkasnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait