beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Mengenal Good Girl Syndrome: Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Alfian Muntahanatul Ulya,
14 November 2022 13.34.17 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Good Girl Syndrome: Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya
Image: Ilustrasi Good Girl Syndrome (Pexels)

Jakarta - Sangat lumrah jika setiap orang tua menginginkan anaknya bisa jadi orang yang baik. Mereka akan dididik untuk nurut, ramah, sopan, nggak egois, dan peduli.

Banyak orang tua ingin anaknya menjadi seperti itu agar bisa diterima di masyarakat. Menurut orang tua, ini adalah cara yang tepat untuk membuat orang lain bahagia. Padahal justru inilah yang mendasari good girl syndrome.

Jadi nggak heran kalau bibit-bibit good girl syndrome ini sudah ditanamkan sejak masa kanak-kanak. Padahal dengan begitu, anak bisa mengalami depresi dan good girl syndrome.

Melansir Marks Psychiatry, dalam sebuah studi Stanford University melaporkan, sifat yang umumnya diinginkan pada wanita adalah kehangatan, keceriaan, lembut, dan penyayang.

Ciri-ciri good girl syndrome di antaranya termasuk takut mengecewakan orang lain, menginginkan kesempurnaan, mematuhi aturan, menghindari konflik, dituntut selalu unggul, dan nggak enakan.

Pada akhirnya, syndrome semacam ini hanya akan menimbulkan bencana bagi diri mereka sendiri. Para good girl ini akan berupaya keras untuk mengedepankan orang lain dibanding diri sendiri, hingga akhirnya merasa kesal dan frustasi.

Good girl syndrome memang kondisi yang rumit, apalagi jika sudah ditanamkan sejak kecil. Namun, selalu ada cara untuk keluar dari masalah.

Iya betul, good girl syndrome ini bisa kita kalahkan. Seperti kebanyakan habit yang telah dibangun selama beberapa tahun, mengubah perilaku seperti ini juga butuh tekad dan fokus.

Jalan keluarnya adalah dengan mulai membiasakan diri untuk berubah dan berani. Beranikan diri kamu untuk tegas mengatakan apa yang kamu inginkan. Nggak perlu ragu menolak jika memang kamu tidak bisa membantu orang lain.

Usahakan untuk terus berpegang teguh pada prinsipmu sendiri. Bukan hal yang salah untuk membantu orang lain selama itu nggak mengganggu diri kamu sendiri. Jadi inilah saatnya kamu berani memunculkan karakter diri sendiri dan bertindak sesuai prinsip pribadi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait