beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Sssttt… Kurang Tidur Bisa Bikin Kamu Makin Egois!

William Ciputra,
24 Agustus 2022 14.00.05 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sssttt… Kurang Tidur Bisa Bikin Kamu Makin Egois!
Image: Ilustrasi - Seseorang yang kurang tidur. (Freepik)

Jakarta - Tidur merupakan salah satu proses esensial dalam hidup. Tak hanya mengistirahatkan tubuh, tidur juga memberi manfaat besar dari segi kesehatan fisik hingga kesehatan mental.

Sebaliknya, kurang tidur akan membuat seseorang tetap merasa letih akibat aktivitas yang dijalaninya. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat seseorang lebih egois, loh!

Sebuah penelitian terbaru dalam Jurnal PLOS Biology menyebutkan, kurang tidur mempengaruhi seberapa besar keinginan seseorang untuk membantu orang lain. 

Para peneliti dari University of California melakukan tiga penelitian di Amerika Serikat untuk melihat lebih dalam terkait efek ‘egois’ dari kurang tidur ini. Mereka menemukan adanya perubahan aktivitas saraf untuk melakukan sesuatu yang menguntungkan orang lain ketika kurang tidur. 

Melansir CNN, Rabu (24/8/2022), penelitian ini dipimpin oleh Eti Ben Simon dan Matthew Walker, profesor ilmu saraf dan psikologi di University of California. 

Ben mengatakan, seseorang yang kurang tidur satu jam saja sudah cukup mempengaruhinya untuk tidak membantu orang lain.

“Ketika orang kehilangan satu jam tidur, ada ‘pukulan’ yang jelas pada kebaikan manusiawi bawaan dan motivasi untuk membantu orang lain yang membutuhkan,” kata Ben. 

Dalam studi kedua, peneliti menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional untuk melihat aktivitas otak 24 orang. Mereka diminta untuk tidur 8 jam serta tidak tidur semalaman. 

Hasilnya, jaringan saraf prososial, yaitu area otak yang terkait dengan teori pikiran, cenderung kurang aktif saat kurang tidur. 

Adapun teori pikiran adalah kemampuan untuk mempertimbangkan kebutuhan, keadaan, dan emosi orang lain, yang biasanya berkembang sejak usia dini melalui proses sosialisasi. 

Sedangkan pada studi ketiga, peneliti mengukur tidur 100 orang lebih selama tiga hingga empat malam. Hasilnya cukup mengejutkan, yaitu kualitas tidur lebih penting dibanding kuantitas dalam hal mengukur keegoisan seseorang. 

“Temuan ini menunjukkan bahwa begitu durasi tidur meningkat di atas normal, maka kualitas tidur yang paling penting untuk mendorong seseorang dalam membantu dan mendukung orang lain,” kata Ben. 

Sementara Walker mengemukakan temuan bahwa hampir setengah dari jumlah populasi di negara maju mengaku kurang tidur pada minggu kerja. Hal ini, kata Walker, merupakan bentuk ‘epidemi kurang tidur global’.

Padahal, ada banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kurang tidur berhubungan erat dengan gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, serta penyakit fisik seperti diabetes dan obesitas. 

Ben Simon dan Walker berharap, penelitian yang mereka lakukan akan mendorong orang-orang untuk kembali memperbaiki kualitas dan kuantitas tidur mereka. 

“(Kurang tidur) secara radikal mengubah kita sebagai makhluk sosial dan emosional yang merupakan inti dari interaksi manusia, dan bagaimana menjadi manusia yang bermakna dan penuh kepuasan,” pungkas Walker. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait