Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Mengenal Varian Baru Virus Corona 'Mu' yang Disebut Kebal Vaksin

Shelly Lisdya,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Varian Baru Virus Corona 'Mu' yang Disebut Kebal Vaksin
Image: ilustrasi virus corona. (WHO)

Jakarta - Varian baru COVID-19 B.1.621 atau 'Mu' pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Wabah varian 'Mu' juga tercatat di 40 negara termasuk di Amerika Serikat, Amerika Selatan, Eropa dan Jepang.

Hasil data PANGO Lineages yang dirujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan varian tersebut memiliki mutasi yang dapat memberikan 'sifat potensial untuk lolos dari kekebalan'. 

“Sejak identifikasi pertama di Kolombia pada Januari 2021, ada beberapa laporan sporadis kasus varian Mu dan beberapa wabah yang lebih besar telah dilaporkan dari negara lain di Amerika Selatan dan di Eropa,” kata buletin WHO pada 31 Agustus 2021.

“Meskipun prevalensi global varian Mu di antara kasus yang diurutkan telah menurun dan saat ini di bawah 0,1 persen, prevalensi di Kolombia (39 persen) dan Ekuador (13 persen) secara konsisten meningkat," kata WHO lagi.

Para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat sangat ingin mengetahui apakah varian Mu lebih menular, atau menyebabkan penyakit yang lebih serius, daripada varian Delta yang dominan di sebagian besar dunia. 

“Epidemiologi varian Mu di Amerika Selatan, terutama dengan peredaran bersama varian Delta, akan dipantau perubahannya,” tambah buletin WHO. 

Mengutip laman The Guardian pada Jumat, 3 September 2021, setidaknya 32 kasus varian Mu telah terdeteksi di Inggris, di mana pola infeksi menunjukkan bahwa virus tersebut dibawa oleh pelancong.

Sebuah laporan oleh Public Health England (PHE) pada bulan Juli mengatakan, sebagian besar ditemukan di London dan pada orang-orang berusia 20-an. Beberapa dari mereka yang dites positif Mu telah menerima satu atau dua dosis vaksin covid. 

Varian Mu telah ditambahkan ke daftar varian PHE yang tengah diteliti pada bulan Juli. Sejauh ini belum menimbulkan kekhawatiran sebanyak virus corona varian Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian kekhawatiran yang lebih serius, sebagian besar karena peningkatan penularan tetapi juga kekhawatiran tentang menghindari pertahanan kekebalan. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait