Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Moorisa Tjokro, Wanita Indonesia yang Pernah Jadi Autopilot Engineer Tesla

Shelly Lisdya,
11 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Moorisa Tjokro, Wanita Indonesia yang Pernah Jadi Autopilot Engineer Tesla
Image: Moorisa Tjokro (center) Autopilot Software Engineer Tesla. (Dok Moorisa Tjokro)

Jakarta - Nama Moorissa Tjokro menjadi jajaran wanita inspiratif asal Indonesia di kancah internasional. Hal ini karena dia merupakan insinyur di balik kecanggihan mobil Tesla.

Seperti diketahui, pada tahun 2021 perusahaan mobil Tesla di Amerika Serikat telah meluncurkan fitur kecerdasan buatan swakemudi penuh atau Full-Self-Driving versi beta. 

Perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk itu hanya memiliki enam orang Autopilot Software Engineer, lima di antaranya laki-laki dan Moorisa menjadi satu-satunya wanita Indonesia di tim itu. 

Wanita kelahiran 1994 itu bekerja untuk Tesla sejak Desember 2018 silam, sebelum dipercaya menjadi Autopilot Software Engineer, Moorissa sempat ditunjuk oleh Tesla untuk menjadi seorang Data Scientist, yang juga menangani perangkat lunak mobil. 

Berikut pendidikan dan karier Moorisa Tjokro yang telah dirangkum Urbanasia dari berbagai sumber.

Pendidikan

Sementara itu, terkait pendidikannya, pada tahun 2011 atau di usianya 16 tahun, Moorissa mendapat beasiswa Wilson and Shannon Technology untuk kuliah di Seattle Central College.

Satu tahun berikutnya, Moorissa telah memegang gelar Associate Degree atau D3 di bidang sains, kemudian melanjutkan kuliah S1 jurusan Teknik Industri dan Statistik, di Georgia Institute of Technology di Atlanta.

Selain aktif berorganisasi di kampus dan prestasi lainnya, Moorisa pun menjadi salah satu lulusan termuda di kampus loh, Urbanreaders. 

Ya, di usia 19 tahun, Moorisa memiliki predikat Summa Cum Laude dan melanjutkan S2 di jurusan Data Science di Universitas Columbia.

Prestasi Moorissa di dunia STEM (Sains, Teknologi, Teknik/Engineering, Matematika) memang patut diapresiasi, beberapa prestasi yang pernah ia toreh adalah President’s Undergraduate Research Award dan nominasi Helen Grenga untuk insinyur perempuan terbaik di Georgia Tech. 

Karier Moorisa Tjokro

1641788225-Moorisa-dan-tim-Autopilot-Software-Engineer.jpgSumber: Moorisa Tjokro (center) Autopilot Software Engineer Tesla. (Dok Moorisa Tjokro)

Dalam akun Linkedin pribadinya, Moorisa pernah bekerja di NASA dalam bidang Machine Learning Researcher selama hampir satu tahun.

Ia kemudian memulai kariernya di perusahaan Tesla hingga 2021. Pada Oktober, ia mulai mencoba karier sebagai Senior Software Systems Engineer, Robotics.

"Saya Moorissa Tjokro. Saya suka mengeksplorasi masalah menarik dalam bidang kecerdasan buatan dan keberlanjutan. Pekerjaan saya saat ini berfokus pada teknik pembelajaran mesin. Saya baru-baru ini bekerja di Tesla Autopilot untuk membantu meluncurkan fitur Mengemudi Mandiri Penuh kami, dan sebelumnya bekerja di NASA pada penelitian perubahan iklim dan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pengoptimalan rantai pasokan untuk mengurangi malnutrisi di Subsahara Afrika," tulis Moorisa dalam blog pribadinya, dikutip Senin (10/1/2022).

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait