Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URoto

Motor Kamu Overheat? Simak Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Anisa Kurniasih,
9 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Motor Kamu Overheat? Simak Penyebab dan Cara Mencegahnya!
Image: Ilustrasi berkendara sepeda motor (Pixabay/stocksnap)

Jakarta - Kondisi motor yang overheat tentu akan menghambat perjalanan dan harus segera ditangani. Kondisi mesin motor yang mengalami panas yang berlebihan sering terjadi pada kendaraan yang perawatannya kurang rutin dan tepat.

Kondisi overheat pada motor ini akan membuat kendaraan mengalami kerusakan yang kian parah apabila tidak diatasi dengan baik. 

Nah, apa saja yang menjadi penyebab motor overheat dan cara mencegahnya? Berikut ulasannya seperti dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia soal penyebab overheat pada motor.

1. Clearance Piston yang Terlalu Rapat

Penyebab pertama terjadinya overheat pada mesin motor adalah piston yang terlalu rapat. Kondisi ini menyebabkan clearance pada piston tidak bisa bergerak secara leluasa. Akibatnya adalah, kinerja dari piston tersebut tidak bisa maksimal.

Dalam kondisi ini, jika terus dipaksakan agar motor tetap bergerak, maka kondisi piston akan menjadi parah. 

Piston kelamaan bisa patah, mengalami baret dan kemungkinan terburuknya adalah jebol. Apabila mesin semakin panas, piston akan memuai dan mengalami kemacetan saat dinyalakan.

1609330361-naik-motor-2.jpgSumber: Ilustrasi berkendara (Pixabay)

2. Oli Tidak Mengalir

Hal berikutnya yang menyebabkan mesin motor mengalami overheat adalah oli tidak mengalir dengan baik. 

Oli yang tidak mengalir dengan baik disebabkan oleh sistem pendistribusiannya yang tidak lancar. Akibatnya, komponen mesin yang lainnya tidak dapat dilumasi secara maksimal.

Oli yang tidak mengalir secara teratur bisa membuat mesin mudah panas. Hal ini disebabkan komponen mesin motor kering, sehingga semakin lama bergesekan akan kian panas. Mesin yang panas akan membuat motor mengalami overheat jika terlalu lama dinyalakan.

Lalu, bagaimana ya cara mencegah agar motor tidak overheating? Berikut ulasannya!

1. Ganti Cairan Coolant Secara Teratur

Cairan coolant ini ada pada motor yang dilengkapi dengan komponen pendingin pada mesinnya. 

Pemilik harus memperhatikan penggantian cairan coolant atau pendingin ini agar tetap berfungsi dengan baik dan minimal diganti sekali dalam setahun.

Cairan coolant berfungsi untuk menjaga suhu pada mesin agar tetap stabil dan menjaga suhu mesin motor agar tidak terlalu panas. 

Apabila cairan coolant tersebut tidak diganti secara rutin, semakin lama akan kehabisan dan tidak dapat berfungsi secara optimal.

1600751914-motor-3.jpgSumber: Ilustrasi motor (Freepik)

2. Rajin Membersihkan Radiator

Radiator merupakan komponen yang ada motor dengan sistem pendingin udara. Fungsi dari radiator ini sama dengan cairan coolant yang ada pada motor dengan sistem pendingin mesin. Radiator ini perlu dibersihkan agar mesin pada motor tidak mengalami overheat.

Pembersihan radiator berfungsi untuk membersihkannya dari debu yang menempel. Debu ini berasal dari udara yang disaring oleh fan radiator. 

Kotoran dari debu ini akan terus menumpuk apabila tidak dibersihkan secara teratur. Dengan demikian hal ini  tidak akan mengganggu kinerja radiator.

3. Mengganti Oli Mesin Secara Teratur

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya overheat pada mesin motor adalah mengganti oli secara teratur.

Komponen pelumas ini sangat diperlukan untuk mesin motor, sehingga ketersedian dan kebersihannya harus dijaga dengan menggantinya secara rutin.

Penggantian oli motor ini dilakukan pada saat motor sudah menempuh jarak minimal 2000 kilometer atau sekitar 2 hingga 3 bulan. 

Pemilik harus memperhatikan pergerakan speed meter atau menjadwalkan secara rutin penggantian oli agar kendaraan tetap dalam keadaan baik.

1608106304-pengendara-motor-pixabay.jpgSumber: Ilustrasi pengendara sepeda motor. (Pixabay/Milan Permadi)

4. Memilih Oli dengan Tepat

Pemilihan oli merupakan hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pergantian. Pemilik harus mengerti jenis oli yang tepat untuk mesin motornya. 

Jika merasa bingung, pemilik bisa bertanya kepada bengkel resmi mengenai jenis oli manakah yang terbaik.

Jenis oli yang digunakan untuk motor berjenis matic dan bergigi berbeda. Hal ini dikarenakan perbedaan kapasitas yang dimiliki oleh kedua jenis motor tersebut. Dengan demikian, pemilik harus mengetahui sejak awal jenis oli yang tepat untuk motornya.

5. Mengecek Air Radiator

Air radiator juga merupakan komponen yang harus dicek secara rutin untuk memastikan ketersediaan. Radiator yang tidak dalam keadaan maksimal bisa menjadi gangguan utama dari adanya gangguan mesin pada motor.

Baca Juga: Puluhan Mobil Pecah Ban di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Kata Jasa Marga

Pengecekan air radiator ini sebaiknya dilakukan saat sebelum memulai perjalanan. Cara pengecekkan air radiator harus dilakukan secara berkala seperti oli motor, yaitu 2 hingga 3 bulan sekali.

1609330324-naik-motor.jpgSumber: Ilustrasi berkendara (Pixabay)

6. Rajin Mengecek Suhu Radiator

Hal berikutnya yang harus dicek secara rutin adalah suhu dari radiator motor. Seiring dengan canggihnya motor, pengecekan suhu ini dapat dilakukan dengan lebih mudah. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek indikator suhu pada layer speed meter.

7. Mengecek Fan Pada Radiator

Fan radiator berfungsi sebagai kipas atau pendingin udara yang mengalir pada mesin motor. 

Pengecekan fan perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa kinerjanya tetap maksimal. Pemilik bisa mengecek kondisi fan ini bersamaan dengan mengecek pada bagian radiator lainnya.

Pada dasarnya, jika ingin mencegah hal ini terjadi, caranya sangatlah mudah. Kamu cukup melakukan servis dan perawatan secara rutin di bengkel, sehingga kondisi motor pun akan tetap stabil.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait