menu
user
URnews

Netizen Ramai Ubah Graffiti di Jembatan Kedungkandang Jadi Meme 

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Netizen Ramai Ubah Graffiti di Jembatan Kedungkandang Jadi Meme 
Image: Forkopimda Kota Malang melakukan graffiti. (Humas Pemkot Malang)

Malang - Graffiti jembatan Kedungkandang yang ditorehkan oleh Forkopimda Kota Malang menjadi sorotan netizen, bahkan tak sedikit dari mereka yang mengubahnya menjadi meme.

Dalam meme yang beredar di lini masa Twitter sejak Rabu (17/3/2021) itu terlihat pejabat kejaksaan tengah melakukan graffiti dengan menggunakan cat semprot atau pilox. 

Tulisan yang seharusnya 'orang hebat tdk korupsi' itu pun kemudian diubah kata-katanya oleh netizen. Seperti misalnya 'Indonesia tanpa gemini' hingga ‘bawang yo bawang, lek diulek yo ajur. Berjuang yo berjuang, nek gak diregani yo mundur’.

Graffiti di jembatan Kedungkandang ini pun menjadi pro kontra, tak sedikit pula netizen yang menyebut itu adalah aksi vandalisme. Namun, ada sebagian yang membenarkan jika graffiti tersebut adalah proyek Pemerintah Kota Malang.

1616032397-Grafiti-di-jembatan-Gedung-Kedungkandan.jpgSumber: Netizen ubah tulisan graffiti. (Twitter @nksthi)

Sebelumnya, pada 15 Maret 2021 kemarin, Wali Kota Malang, Sutiaji mengajak 105 seniman dari berbagai komunitas untuk terlibat dalam graffiti di jembatan Kedungkandang.

Sutiaji menyebut kegiatan memperindah infastruktur Kota Malang ini merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Inti Daya Guna Aneka Warna atau Indana Paint. Sebelumnya, Indana Paint perusahaan asli Kota Malang juga sudah membantu pengecatan Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Biru, Kampung Putih dan Fly Over Arjosari.

"Graffiti ini nantinya bisa memperkuat nilai kebersamaan dan kegotongroyongan dalam karyanya. Sehingga harapanya setiap orang lalu lalang, orang yang liat di sini bisa menancapkan itu saat melihat. Membaca pesan-pesan yang bisa membuat sikap kita berubah dari yang tidak baik menjadi baik, dari tidak kuat menjadi kuat, dari asalnya bercerai berai menjadi satu, dari asalnya iri, dengki, hasut, kesombongan semua kita lebur jadi kebersamaan” ujarnya.

1616032424-Grafiti-di-jembatan-gedung-Kedungkandang.jpgSumber: Salah satu graffiti yang ada di jembatan Kedungkandang. (Twitter @sudarno10800370)

Namun, ia tetap mengecam siapa pun yang melakukan graffiti liar yang ada di Kota Malang. “Secara tidak langsung kami mengecam coretan-coretan di dinding-dinding milik orang yang nilai seninya hilang. Dan itu semua tidak sesuai dengan nurani dan fitroh kemanusiaan,” tambah pria yang akrab disapa Sam Sutiaji.  

Sementara itu, Direktur Indana Paint Steven Antonius, Sugiharto menyampaikan graffiti ini akan menjadi kado saat HUT Kota Malang 1 April 2021 mendatang. 

“Kami telah mempersiapkan satu ton cat dinding untuk cat dasar dari jembatan. Dan juga 3.400 kaleng cat semprot yang akan digunakan oleh komunitas graffiti Kota Malang untuk memperindah dan mempercantik jembatan ini," tandasnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait