Tips Cerdas Kelola Keuangan Freelancer yang Penghasilannya Fluktuatif

Jakarta - Pandemi COVID-19 mengubah gaya bekerja masyarakat secara umum. Salah satunya, jumlah pekerja lepas alias freelancer yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), freelancer di Indonesia jumlahnya mencapai 36 juta pada Agustus 2025. Artinya, kenaikan jumlah freelancer mencapai 23,94% dibanding tahun sebelumnya.
Seorang freelancer punya banyak keunggulan, mulai dari jam kerja yang lebih fleksibel, lokasi kerja yang tidak terbatas di ruang-ruang kantor, hingga bisa mengerjakan beberapa project sekaligus dalam satu waktu.
Hanya saja, secara penghasilan freelancer ini cukup fluktuatif. Ada kalanya freelancer dapat pemasukan yang besar, tetapi ada juga bulan-bulan di mana mereka sepi project sehingga pemasukan pun melandai. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi cukup menantang.
Meski begitu, Certified Financial Planner sekaligus co-Founder Oneshildt Financial Planning, Budi Raharjo mengatakan, pengelolaan keuangan tetap wajib dilakukan oleh seorang freelancer meski penghasilannya tidak menentu.
“Pendapatan fluktuatif tetap bisa diatur. Perencanaan yang sederhana namun konsisten dapat membantu kondisi finansial tetap stabil meskipun pendapatan tidak menentu. Kuncinya adalah disiplin dalam mengelola pengeluaran,” kata Budi dalam Kelas Finansial Media dari Jenius, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Selain Lelah Disebut Budak Coorporate, Kami Lebih Memilih Menjadi Freelancer Deh Sekarang
Tips Mengelola Keuangan Freelancer
Certified Financial Planner sekaligus co-Founder Oneshildt Financial Planning, Budi Raharjo dalam Kelas Finansial Media dari Jenius. (Urbanasia)
Dalam kesempatan tersebut, Budi turut membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan seorang pekerja lepas dalam mengelola keuangan mereka.
Berikut beberapa tips cerdas mengelola keuangan freelancer yang punya penghasilan fluktuatif dari Budi Raharjo!
1. Cek Kondisi Keuangan Secara Berkala
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami kondisi keuangan secara menyeluruh. Freelancer perlu melihat rata-rata pendapatan dalam beberapa bulan terakhir, bukan hanya dari satu bulan saja.
Dengan cara ini, freelancer bisa mendapatkan gambaran realistis tentang kemampuan finansial dan mengetahui berapa besar biaya rutin yang harus dipenuhi setiap bulan, sekaligus memantau arus kas agar tetap sehat.
2. Siapkan Dana Antisipasi Pendapatan Fluktuatif
Penghasilan freelancer tidak selalu datang secara konsisten setiap bulan. Karena itu, penting untuk menyisihkan dana khusus sebagai penyangga ketika pendapatan menurun.
Dana ini bisa membantu freelancer tetap memenuhi kebutuhan tanpa harus mengganggu tabungan lain atau berutang saat pemasukan sedang tidak stabil.
3. Atur Prioritas Pengeluaran
Mengelola pengeluaran menjadi kunci penting bagi freelancer. Kamu perlu membedakan mana kebutuhan yang harus dipenuhi dan mana keinginan yang bisa ditunda. Dengan begitu, pengeluaran akan lebih terkontrol dan keuangan tetap aman meski pendapatan sedang tidak maksimal.
4. Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha
Memisahkan rekening pribadi dan rekening usaha membantu kamu mengelola keuangan dengan lebih rapi. Cara ini memudahkan pemantauan pemasukan dan pengeluaran, sekaligus menghindari tercampurnya dana pribadi dengan dana pekerjaan.
5. Bangun Dana Darurat dan Proteksi Diri
Dana darurat menjadi fondasi penting bagi freelancer yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dana ini berguna untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti kebutuhan kesehatan atau jeda pekerjaan.
6. Investasi Sesuai Profil Risiko
Freelancer juga perlu memikirkan pertumbuhan keuangan jangka panjang melalui investasi. Pilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan kondisi finansial kamu saat ini. Dengan perencanaan yang tepat, investasi bisa menjadi sumber pendapatan tambahan di masa depan.
7. Kembangkan Diri dan Ciptakan Peluang Baru
Selain mengelola keuangan, freelancer perlu terus mengembangkan kemampuan diri. Meningkatkan skill dan membuka peluang baru dapat membantu memperluas sumber pendapatan.
Dengan begitu, risiko ketergantungan pada satu sumber penghasilan bisa diminimalkan dan keuangan menjadi lebih stabil.
Solusi Pengelolaan Keuangan Freelancer dari Jenius
Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, Febri Rusli. (Urbanasia)
Mengelola keuangan freelancer akan lebih mudah jika memanfaatkan platform atau aplikasi yang bisa mendukung pengelolaan keuangan. Dalam hal ini, Jenius bisa menjadi pilihan tepat dengan berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan freelancer.
“Jenius memahami bahwa pekerja lepas menghadapi tantangan dalam kondisi finansial terutama karena penghasilan yang tidak tetap atau fluktuatif setiap bulannya,” kata Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, Febri Rusli.
Dalam kesempatan tersebut, Febri turut memaparkan beberapa fitur yang bisa dimaksimalkan freelancer dalam mengelola keuangan yang lebih baik.
Pertama, berlangganan tools digital Jenius melalui Kartu Debit Tambahan (x-Card), Kartu Debit Virtual, dan Kartu Kredit Utama (d-Card). Menurut Febri, tools ini bisa membantu operasional usaha freelancer.
Berikutnya ada fitur Moneytory, yaitu buku harian keuangan yang bisa digunakan freelancer untuk memantau pemasukan dan pengeluaran, serta membantu mengatur cashflow lebih simpel dari aplikasi Jenius.
Fitur menabung di Jenius juga sangat lengkap. Freelancer bisa memilih produk-produk tabungan seperti Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jangka pendek hingga panjang.
Bekerja sebagai freelancer memungkinkan kamu menerima project dan klien internasional yang pembayaran menggunakan mata uang asing. Jenius dilengkapi dengan 10 mata uang asing sehingga cocok untuk keperluan tersebut.
Jenius juga punya produk investasi sehingga freelancer bisa mulai membangun aset. Ada beberapa instrumen investasi yang tersedia, mulai dari deposito, reksa dana, dan obligasi pasar sekunder.
Freelancer butuh dana untuk mengembangkan usaha? Jenius punya fitur pinjaman yang terdiri dari 3 produk, yaitu Paylater, Flexi Cash, dan Kartu Kredit Jenius.
Flexi Cash bisa dimanfaatkan sebagai dana fleksibel untuk modal usaha atau dana yang digunakan sementara untuk menjaga arus kas ketika menunggu pembayaran dari klien.
Terakhir, freelancer perlu memproteksi diri dan keuangannya dengan fitur proteksi keluarga, proteksi kesehatan, dan proteksi perjalanan.
