Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Pakar UGM: Omicron Belum Terbukti Lebih Menular dari Varian Delta

Shelly Lisdya,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pakar UGM: Omicron Belum Terbukti Lebih Menular dari Varian Delta
Image: ilustrasi COVID-19 (Freepik/Freepik)

Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini mengumumkan bahwa varian Omicron sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian sehingga patut diwaspadai. 

Pasca penetapan varian baru dari COVID-19 yang berasal dari Afrika Selatan ini, hampir semua negara melakukan pembatasan ketat loh Urbanreaders.

Begitu pula dengan pemerintah Indonesia yang melakukan upaya pencegahan dengan menutup bandara dari kedatangan WNA negara yang sudah terdeteksi Omicron.

Namun, Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, Gunadi mengatakan, sepanjang pengetahuannya, varian Omicron belum terbukti lebih menular dan berbahaya dari varian Delta

“Belum ada bukti yang kuat. Yang ada buktinya adalah reinfeksi, tapi itupun masih minimal buktinya,” kata Gunadi dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan dengan adanya varian omicron. Kendati demikan, harus tetap waspada apabila varian ini masuk dan terdeteksi di tanah air. 

Menurutnya, tidak khawatir berlebihan disebabkan virus COVID-19 akan terus bermutasi dengan memunculkan varian-varian baru dengan tingkat keganasan dan daya penularan yang berbeda satu sama lain.

“Masyarakat sebaiknya tetap waspada tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Apalagi pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif termasuk menutup bandara untuk WNA dari negara dimana varian omicron terdeteksi,” paparnya.

Meski masih minim penelitian tentang varian ini, ia sepakat dengan rekomendasi dari WHO yang menyarankan agar varian baru ini patut diwaspadai. 

“Tetap diminta waspada oleh WHO,” jelasnya.

Menurutnya, vaksin dan  penerapan protokol kesehatan ketat menjadi kunci dalam mencegah penularan tiap ada varian baru COVID-19.

Ia tetap yakin keduanya sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi varian Omicron apalagi belum terbukti bahwa Omicron kebal terhadap vaksin. 

“Sampai sekarang belum ada bukti yang menyatakan bahwa vaksin tidak efektif untuk omicron. Perlu waktu utk membuktikannya,” tandasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait