beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Pemerintah Berencana Buat BPJS Kesehatan Khusus Orang Kaya

Nivita Saldyni,
24 November 2022 21.03.40 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pemerintah Berencana Buat BPJS Kesehatan Khusus Orang Kaya
Image: BPJS Kesehatan. Sumber: Antara

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap pemerintah berencana buat kelas BPJS Kesehatan khusus untuk orang kaya. Ia menjelaskan, rencana ini merupakan upaya pemerintah mewujudkan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. 

"Kalau saya pelajari BPJS mau dibikin sustainable, harus dibikin kelasnya standar satu. Kita melayani seluruh masyarakat menggunakan konsep universe social coverage (universe health coverage), itu standarnya satu," ujar Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (23/11/2022). 

Budi menjelaskan, rencananya BPJS Kesehatan khusus orang kaya ini dibuat satu kelas. Nantinya program ini akan diintegrasikan dengan Asuransi Swasta, dan orang kaya harus bayar iuran sendiri tanpa bantuan pemerintah.

"Untuk nasabah-nasabah yang kaya, itu dia harusnya bisa menambah dengan mengombinasikan iuran jaminan sosial BPJS dan swasta, dan bersangkutan harus membayar sendiri. Sedangkan yang miskin itu dibayarkan oleh pemerintah untuk dari yang dasar, sehingga akan memastikan BPJS tidak kelebihan bayar atau kelebihan bayar diberikan kepada orang-orang yang tidak seharusnya tidak dibayar," papar Budi. 

Meski demikian, Budi memastikan bahwa pelayanan peserta BPJS Kesehatan akan sepadan.

Rencana ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah penggunaan BPJS Kesehatan yang tak tepat sasaran dan menyebabkan keuangan BPJS Kesehatan negatif.

Pasalnya menurut Budi selama ini kelas yang seharusnya diperuntukkan orang kurang mampu dicurigai banyak digunakan orang kaya. 

Untuk itu Budi secara khusus meminta BPJS Kesehatan melakukan pengecekan secara terperinci. Sehingga nantinya BPJS Kesehatan bisa digunakan secara tepat sasaran. 

"Saya sendiri akan bertanya kepada Pak Gufron dan akan melihat 1.000 orang yang paling besar expense-nya di BPJS. Saya mau tarik datanya, saya mau lihat itu PLN-nya berapa kVA, kalau kVA-nya di atas 6.600 itu sudah pasti orang yang salah," pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait