Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Shelly Lisdya,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2021
Image: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Dok. BNPB)

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut lonjakan kasus COVID-19 atau klaster baru biasanya terjadi setelah hari besar keagamaan. 

Guna mengantisipasi adanya lonjakan gelombang ketiga, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan mengontrol aktivitas masyarakat selama Hari Natal dan Tahun Baru.

"Jadi hari raya keagamaan besar akan terjadi lagi di Desember (Natal). Kalau pada Desember kami bisa pastikan untuk mengontrol dengan baik, maka di bulan Januari dan Februari kita berhasil aman," kata Budi, Rabu (6/10/2021).

Dengan demikian, Budi pun berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mengurangi mobilitas agar tidak terjadinya lonjakan kasus.

"Karena pada dasarnya mobilitas yang luar biasa itu akan menyebabkan lonjakan kasus COVID-19," terangnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, selama ini belum ada sejarah kapan pandemi berakhir dalam waktu cepat, namun butuh waktu sekitar 5-10 tahun. Maka dari itu fokus utama penanganan pandemi ini yaitu menekan laju penularan virusnya.

"Sebagaimana perang, penanganan ini targetnya hanya satu. Bagaimana kita bisa mengendalikan laju penularan, menekan penularan agar orang yang dirawat karena virus COVID-19 tidak lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas RS," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyampaikan pemerintah kini tengah menyiapkan kebijakan mobilitas di periode libur Natal dan Tahun Baru.

"Pemerintah sedang menyusun kebijakan antisipasi libur panjang yang tentunya tidak akan terlepas dari prinsip kehati-hatian," ujar Wiku dalam konferensi pers yang diikuti di Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Wiku mengatakan, saat ini Indonesia sedang dalam kondisi kasus yang cukup terkendali, untuk itu sudah seharusnya dipertahankan dengan tidak terlena dan tetap berhati-hati.

"Mohon kepada pemerintah daerah melakukan pengawasan kegiatan masyarakat dengan membantu sosialisasi yang jelas di daerah masing-masing, khususnya rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan untuk meminimalisir peluang penularan sebesar-besarnya," katanya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait