Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Pendiri Sandbox Sebut Raksasa Teknologi Ancaman Bagi Metaverse

Shinta Galih,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pendiri Sandbox Sebut Raksasa Teknologi Ancaman Bagi Metaverse
Image: Sandbox

Jakarta - Perusahaan raksasa teknologi dapat mengancam metaverse terbuka, karena model bisnis mereka bertentangan dengan internet terdesentralisasi di saat pengguna memiliki aset digital mereka. Demikian penuturan pendiri platform video game berbasis blockchain The Sandbox, Sebastien Borget.

Sosok yang saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer Sandbox itu menuturkan pertimbangan utamanya saat ini adalah bagaimana mempertahankan metaverse dari serangan perusahaan Big Tech seperti Meta, pemilik Facebook, yang baru-baru ini mengubah namanya untuk mencerminkan komitmen terhadap tren baru.

Raksasa teknologi Cina seperti Tencent Holdings dan NetEase juga berusaha memanfaatkan tren tersebut.

Ini lebih dari sekadar kompetisi, kata Borget, melainkan tentang masa depan yang terbuka dan terdesentralisasi. Raksasa teknologi memiliki monopoli atas Web 2.0, sesuatu yang coba dihancurkan oleh teknologi Web 3.0, seperti metaverse dan crypto. 

“Kami tidak berpikir perusahaan-perusahaan itu dapat membangun sesuatu yang benar-benar menyenangkan yang melayani pengguna karena mereka telah begitu fokus pada model bisnis utama mereka dan bagaimana memuaskan pemegang saham daripada memuaskan pengguna yang memiliki aset, yang memiliki tata kelola perusahaan mereka. platform-nya sendiri.” ujar Boget.

"Tujuan kami adalah membangun metaverse terbuka yang dapat melawan apa yang kami sebut kompetisi yaitu metaverse Web 2.0”, tegasnya.

Sandbox, yang meluncurkan uji alfa metaverse pertamanya pada bulan November, dengan cepat melejit sebagai salah satu perusahaan rintisan yang paling banyak dibicarakan di industri ini. 

Perusahaan menutup putaran baru pendanaan sebesar US$93 juta bulan lalu, dipimpin oleh konglomerat Jepang SoftBank, menjadikannya investasi pertama ke dalam aset kripto untuk SoftBank Vision Fund 2.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait