menu
user
URnews

Perhatikan 4 Poin Ini Sebelum Investasi Bareng Pacar, Guys!

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Perhatikan 4 Poin Ini Sebelum Investasi Bareng Pacar, Guys!
Image: istimewa

Jakarta - Belakangan ini banyak pasangan yang memutuskan berinvestasi bersama. Tujuannya beragam, bisa untuk dana liburan hingga modal pernikahan.

Financial Advisor Leonilla Vari Amrta mengatakan investasi bersama pasangan sah-sah saja, asal dilakukan dengan perencanaan yang matang dan target yang jelas.

"Investasi dengan pacar sebetulnya bagus, tapi tentu ada sisi buruknya. Orang yang namanya pacaran dan sudah serius saya kira mereka berpikir untuk usaha bareng." papar Leoni dalam sesi URwealth, Rabu (17/3/2021).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Leoni menyebut beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum mulai investasi bersama pasangan.

1. Buat rencana yang jelas

Sebelum mulai investasi, pastikan kamu dan pasangan sudah membuat rencana investasi yang matang.

"Saya pribadi menyarankan untuk membuat rencana terperinci, mulai dari tujuan berbisnis atau investasi, targetnya berapa, dan mau untuk apa. Pikirkan juga risikonya jika hubungan gagal dan tidak berlanjut ke jenjang pernikahan," papar Leoni.

Dengan begini, kamu dan pasangan bisa menentukan berapa banyak uang yang perlu dikumpulkan setiap bulan.

2. Buat perjanjian tertulis

Perjanjian tertulis menjadi poin terpenting sebelum berinvestasi dengan pacar. Perjanjian ini berisi kesepakatan kedua belah pihak soal pembagian harta jika nantinya pasangan memutuskan berpisah.

"Ini yang paling inti, adanya perjanjian tertulis dari kedua belah pihak. Semuanya kan ada risiko, kalau nanti ke depannya ada sesuatu bagaimana. Harus ada perjanjian hitam di atas putih, sehingga jika ada sesuatu kita sudah punya bukti," jelas Leoni.

Perjanjian hitam di atas putih yang dimaksud Leoni, cukup ditulis di atas kertas dan ditandatangani pasangan.

"Ini kan masih pacaran, saya kira cukup membuat kesepakatan berdua, belum perlu ke notaris. Kecuali kalau nantinya bisnisnya berkembang menjadi besar. Nah itu mungkin akan melibatkan pihak ketiga."

3. Mereview apa yang sudah dilakukan

Setelah investasi berjalan selama beberapa bulan, pasangan perlu mereview secara terperinci progresnya.  
"Misalnya, A sudah masukkan modal sekian dan B sekian, itu semua juga harus dimasukkan ke dalam perjanjian tertulis," jelas Leoni.

Selama investasi bersama pasangan, Leoni menekankan pentingnya komunikasi yang lancar.

"Komunikasikan semua hal tentang usaha ini di depan, seperti halya komitmen. Sebisa mungkin komunikasinya harus lancar."

4. Buat Rekening Bersama Joint And

Poin terakhir yang tak kalah penting, menurut Leoni, adalah membuat rekening bersama jenis joint and.  

Rekening Joint And maksudnya rekening gabungan yang mensyaratkan kedua belh pihak harus memberikan persetujuan berupa tanda tangan jika akan melakukan transaksi.  

"Misalnya saat memutuskan akan menabung bareng, jangan sampai membuat rekening bank dengan nama salah satu pihak saja, tapi dibuat dengan dua nama. Selain itu pilih rekening joint and," papar Leoni.

Hal ini untuk meminimalisir adanya risiko yang tidak diinginkan di kemudian hari. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait