Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Perlukah Pendamping saat Anak di Bawah 18 Tahun ke Psikolog atau Psikiater?

Shelly Lisdya,
11 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Perlukah Pendamping saat Anak di Bawah 18 Tahun ke Psikolog atau Psikiater?
Image: Ilustrasi kesehatan mental. (Pixabay/engin akyurt)

Jakarta - Remaja di bawah 18 tahun bisa menentukan untuk perawatan mereka, khususnya kesehatan mental. Mereka bisa pergi ke psikiater atau psikolog apabila sudah dirasa perlu.

Namun, tak sedikit yang bertanya apabila remaja yang ingin mengunjungi psikiater atau psikolog apakah harus didampingi orang tua atau wali?

Psikolog, Salis Yuniardi mengatakan, seseorang bisa saja mengunjungi psikolog atau psikiater tanpa didampingi orang tua atau wali. 

"Tidak ada ketentuan termasuk dalam kode etik, siapa pun dan di usia berapa pun bisa datang untuk meminta layanan dari psikolog dan atau psikiater," katanya kepada Urbanasia, Rabu (12/1/2022).

Rasa Depresi, kegelisahan, dan masalah kesehatan mental memang tidak mudah untuk dijelaskan ke orang lain termasuk orang tua, apalagi jika mereka tidak memiliki pengalaman pribadi yang sama.

Apabila kamu merasa kewalahan dengan apa yang kamu rasakan, kamu bisa memberitahu orang tua bahwa kamu tengah berjuang, sehingga kamu pun bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. 

Jika kamu sudah menceritakan tentang kondisi mental, kamu bisa meminta izin untuk mengunjungi psikiater atau psikolog. Biasanya orang tua akan mendukung agar sang buah hati bisa segera pulih.

"Jadi tidak harus didampingi orang tua atau wali. Cukup meminta izin untuk mengunjungi psikolog atau psikiater," lanjutnya.

"Karena permasalahan dalam remaja yang sering dikeluhkan biasanya terkait hubungan dengan keluarga, hubungan sosial dengan teman atau pacar, atau masalah dengan akademik. Baru dari situ bisa saja ditemukan hal-hal lebih berat dan mengarah ke gangguan khususnya gangguan-gangguan kecemasan," bebernya.

Sementara itu, usia anak-anak hingga 15 tahun perlu didampingi orang tua untuk diperiksa oleh dokter anak, psikiater atau psikolog khusus anak, apabila merasa adanya gangguan pada psikologis anaknya. 

Gangguan mental dan psikologi pada anak memang kerap kali tidak terdiagnosis dini karena tanda gejalanya tidak selalu terlihat dengan jelas.

Urbabreaders, tahukah kalian jika psikiater dan psikolog berbeda? Jadi, sebelum kamu memutuskan untuk pemulihan, ada baiknya kamu mengetahui perbedaannya ya.

Psikiater

Mengutip Healthline, psikiater merupakan ahli medis yang fokus menangani masalah kesehatan mental dan perilaku melalui upaya pencegahan, kuratif, dan rehabilitatif dengan pemberian konseling, psikoterapi, dan obat-obatan

Psikolog

Sementara psikolog adalah tenaga ahli yang lebih fokus dalam memberikan solusi dari sudut pandang nonmedis, seperti praktik konseling dan psikoterapi.

Ketika kamu sudah memutuskan untuk pergi ke psikolog atau psikiater, kamu hanya perlu membawa berkas dokumen yang dibutuhkan, seperti fotokopi Kartu JKN-KIS/ BPJS, fotokopi KTP, dan fotokopi kartu keluarga.

Kamu juga harus mempertimbangkan biaya yang diperlukan ke psikiater atau psikolog. Jika ingin biaya ringan, kamu bisa mengunjungi faskes I atau puskesmas yang memiliki poli jiwa.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait