Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia Tiap 10 Oktober

Nivita Saldyni,
9 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia Tiap 10 Oktober
Image: Ilustrasi sehat mental. Sumber: Pixabay/Alfcermed

Jakarta - Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati pada 10 Oktober setiap tahunnya. Awalnya, hari ini merupakan kegiatan tahunan Federasi Kesehatan Mental Dunia (WFMH) yang digagas oleh Wakil Sekretaris Jenderal saat itu, Richard Hunter.

Tahun ini merupakan tahun ke 29 peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Hari Kesehatan Mental Sedunia itu sendiri pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992.

Menurut situs WFMH, Hari Kesehatan Mental Sedunia awalnya tak diperingati dengan tema khusus dan punya tujuan umum, yaitu untuk mengadvokasi tentang kesehatan mental dan mensosialisasikan tentang isu-isu yang terkait kesehatan mental ke masyarakat. Untuk itu pada tiga tahun pertama, Hari Kesehatan Mental Sedunia ditandai dengan siaran televisi selama jam yang disiarkan secara global lewat sistem satelit badan informasi AS dari studio di Talahassee, Florida.

Kemudian di tahun 1994 atas saran Eugene Brody, Sekretaris Jenderal WFMH saat itu, Hari Kesehatan Mental Sedunia mulai memiliki tema. Tema pertama adalah 'Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia'.

Setelah kampanye itu digaungkan, sebanyak 27 negara memberikan umpan baliknya, dengan kampanye nasional yang terkenal di Australia dan Inggris.

Nah peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia ini tak lepas dari peran penting anggota Dewan WFMH di berbagai negara. Alhasil selama tiga tahun berjalan, Hari Kesehatan Mental Sedunia membuka kesempatan berharga bagi pemerintah, organisasi, maupun individu yang tertarik untuk menyusun program yang berfokus pada perawatan kesehatan mental.

Bahkan di 1995, berbagai kegiatan mulai diadakan di seluruh dunia untuk memperingati hari tersebut. Sekretariat WFMH mencatat acara-acara tersebut di antaranya seperti serangkaian acara selama sebulan di Mesir, konferensi dengan tema terkait yang diadakan Kementerian Kesehatan Prancis, dan banyak lagi program nasional di berbagai negara mulai bermunculan saat itu.

Sejak saat itulah, Hari Kesehatan Mental Sedunia mulai mengangkat tema yang berbeda tiap tahunnya. Mulai dari Perempuan dan Kesehatan Mental di tahun 1996, Anak-anak dan Kesehatan Mental di tahun 1997, Kesehatan Jiwa dan Hak Asasi Manusia di tahun 1998, Kesehatan Mental dan Penuaan pada 1999, serta Kesehatan Mental dan Pekerjaan di 2000-2001.

Kemudian di 2002, tema yang diangkat adalah Pengaruh Trauma dan Kekerasan pada Anak dan Remaja, Gangguan Emosional dan Perilaku pada Anak & Remaja di 2003, Hubungan Antara Kesehatan Fisik & Mental di 2004, Kesehatan Mental dan Fisik Sepanjang Masa Hidup di 2005, Membangun Kesadaran – Mengurangi Risiko: Penyakit Mental dan Bunuh Diri di 2006, Kesehatan Mental di Dunia yang Berubah: Dampak Budaya dan Keanekaragaman di 2007, Menjadikan Kesehatan Mental sebagai Prioritas Global: Meningkatkan Layanan melalui Advokasi dan Aksi Warga di 2008, Kesehatan Mental dalam Perawatan Primer: Meningkatkan Perawatan dan Mempromosikan Kesehatan Mental di 2009, dan Kesehatan Mental dan Penyakit Fisik Kronis di 2010.

Tema berbeda pun diangkat di tahun-tahun berikutnya. Seperti Dorongan Besar: Berinvestasi dalam Kesehatan Mental di 2011, Depresi: Krisis Global di 2012, Kesehatan Jiwa dan Lansia di 2013, Hidup dengan Skizofrenia di 2014, Martabat Kesehatan Jiwa di 2015, Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa pada 2016, Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja di 2017, Anak Muda dan Kesehatan Mental di Dunia yang Berubah pada 2018, Promosi Kesehatan Mental dan Pencegahan Bunuh Diri di 2019, hingga Bergerak untuk Kesehatan Mental: Mari Berinvestasi! pada 2020.

Proyek ini terus berkembang selama bertahun-tahun dan secara praktis dapat berjalan sendiri. Semakin banyak orang-orang di seluruh dunia mengadakan acara, membuat pengumuman, merayakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, serta menyadari pentingnya kesadaran publik tentang isu ini.

Hari Kesehatan Mental 2021

Nah di tahun 2021 ini, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia mengambil tema Kesehatan Mental di Dunia yang Tidak Setara dengan slogan 'perawatan kesehatan jiwa untuk semua: mari kita wujudkan'.

Tema ini diangkat karena pandemi COVID-19 telah berdampak besar pada kesehatan mental masyarakat dunia. Bukan hanya pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan mental, tapi juga pelajar, mereka yang tinggal sendiri, hingga tenaga kesehatan. Belum lagi, ketidaksetaraan dalam pelayanan kesehatan mental telah membuat banyak orang mengalami kerugian.

"Selama kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, kami akan menunjukkan upaya yang dilakukan di beberapa negara dan mendorong Anda untuk menyoroti kisah-kisah positif sebagai bagian dari kegiatan Anda sendiri, sebagai inspirasi bagi orang lain," tulis WHO dalam keterangannya.

Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia Lewat Media Sosial

Nah untuk turut merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, kamu bisa memposting Twibbon unik di akun media sosialmu. Berikut beberapa twibbon yang bisa akses untuk merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia:

Link 1
Link 2
Link 3
Link 4
Link 5
Link 6
Link 7


Apabila saat ini kamu mengalami depresi atau keinginan bunuh diri, Jangan putus asa. Depresi dan gangguan kejiwaan dapat pulih dengan bantuan profesional kesehatan mental. Jangan ragu untuk menghubungi layanan profesional demi kesehatan mental yang lebih baik.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait