menu
user
URnews

Pesan Buat Milenial yang Mau Punya Rumah: Harus Berani dan Punya Tekad

Griska Laras,
18 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Pesan Buat Milenial yang Mau Punya Rumah: Harus Berani dan Punya Tekad
Image: Ilustrasi rumah/Freepik by user6007887

Jakarta - Memiliki rumah merupakan salah satu impian besar anak muda saat ini. Selain membeli langsung, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memiliki rumah adalah dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank.

Namun masih banyak yang takut dan ragu untuk mengajukan KPR. Salah satu alasannya, karena belum siap dengan cicilan yang relatif panjang yakni sekitar 20-25 tahun.

Nah dalam sesi Live IG URwealth, Senior Manager BRI Andi Halim Rahman, memberikan pesan bagi milenial dan gen z yang ingin mengajukan KPR.

"Pesannya ya harus berani dulu ya, harus punya tekad yang kuat. Apalagi ini momen yang tepat buat membeli rumah karena banyak stimulus dari pemerintah, ada promo dari bank dan developer," kata Andi.

Soal cicilan, menurut Andi, tidak akan menjadi masalah selama kredit yang diajukan sudah disesuaikan dengan kondisi keuangan.
 
"Jangan takut soal cicilan yang sampai 20 tahun. Itu nggak akan jadi masalah selama kita benar-benar menyesuaikan dengan kemampuan bayar. Kredit itu sebenarnya nggak apa-apa selama terkontrol."

Menurut Andi, KPR justru akan membantu milenial dalam mengalokasikan gajinya untuk investasi properti. Apalagi harga rumah terus naik setiap tahunnya karena lahan terbatas.

"Biasanya seseorang sulit membedakan mana kebutuhan dan keinginan, alhasil gaji habis begitu saja. Dengan KPR mau nggak mau kita sisihkan gaji buat investasi properti karena sistemnya auto debet. Ini (KPR) juga salah satu cara untuk 'mengkristalisasi keringat'. Jadi keringat yang kita keluarkan setiap hari untuk bekerja, kita investasikan di sektor properti," papar Andi.

"Karena rumah adalah investasi jangka panjang, sebaiknya dimulai dari sekarang. Jangan nanti kehabisan dan akhirnya nggak punya rumah. " pungkasnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait