beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Petisi Online Boikot Nikita Mirzani Jadi Trending Topic

Shinta Galih,
7 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Petisi Online Boikot Nikita Mirzani Jadi Trending Topic
Image: Nikita Mirzani. (Instagram @nikitamirzanimawardi_17)

Jakarta - Sebuah petisi online muncul yang mengajak memboikot Nikita Mirzani. Netizen yang memberi dukungan cukup banyak, hingga kini mencapai lebih dari 83 ribu tanda tangan.

Petisi ini dibuat oleh Damai Indonesiaku. Petisi yang bertajuk ''Boikot Nikita Mirzani, Artis Penebar Kebencian dan Keributan!' menargetkan 150 ribu tanda tangan.

Dalam keterangannya, Nikita Mirzani akhir - akhir ini sering membuat keributan. Mulai dari ribut sesama artis, menghina umat Islam, membuka aib orang lain yang seharusnya tidak pantas, melakukan fitnah.

Bahkan dia pernah melakukan Victim Blaming terhadap korban kasus kekerasan seksual!

Nikita pernah mengatakan untuk jangan menyenggol pribadi dia. Namun dia sendiri dinilai seenaknya berlaku egois menghina dan menyenggol pribadi orang lain.

"Saatnya kita tuntas dan bersihkan Indonesia dari public figure yang membawa keributan. Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia menjadi pribadi yang bermartabat, dimulai dari hal kecil. Walaupun petisi ini terdengar konyol untuk sebagian orang," tulis Damai Indonesiaku.

Lantaran adanya petisi ini, tagar Boikot Nikita Mirzani pun langsung trending topic. Banyak netizen yang mendukung petisi tersebut.

"Eh boikot nikita mirzani trending. Setuju! risih banget liat dia muncul di setiap masalah orang lain. Ga ada karya sama sekali selain menebarkan kebencian," kata akun dandun_13.

Hal yang sama diutarakan akun @ceoofvirtualan. "Setuju banget buuuk!  Kek nya pengalihan isu doang si, nikmir ini kan pernah bilang kalo si dody bukan ayah kandung si vanesa ternyata boong makanya sekarang nyerangnya si fuji dan keluarganya wkwkwk," ujarnya.

Bila kamu mau ikutan mendukung petisi boikot Nikita Mirzani bisa mengklik link berikut ini. 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait