Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Polisi: Napoleon Bonaparte Lumuri Wajah M Kece dengan Kotoran Manusia

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polisi: Napoleon Bonaparte Lumuri Wajah M Kece dengan Kotoran Manusia
Image: Potret Muhammad Kece (YouTube/Muhammad Kece)

Jakarta - Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di rutan Bareskrim Polri.

Bonaparte bersama tahanan lain diduga melumuri wajah dan tubuh Muhammad Kece dengan kotoran manusia.

"Wajah dan tubuh korban dilumuri dengan kotoran manusia oleh pelaku," kata Dirtipidum Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Bareskrim Polri akan memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte untuk mengetahui motif penganiayaan tersebut.

"Setelah memeriksa saksi-saksi, bisa minggu ini atau minggu depan," lanjutnya.

Sementara itu, Irjen Napoleon Bonaparte akhirnya angkat suara perihal dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

Melalui surat terbuka yang disampaikan kuasa hukumnya, Napoleon mengatakan bahwa dirinya lahir dan dibesarkan sebagai muslim yang taat.

Dia juga mengatakan bahwa orang-orang boleh menghina dirinya tetapi tidak menghina Tuhan-nya. Oleh karena itu, dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur.

"Alhamdulillah saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin," tulis Napoleon.

"Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku karena saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," paparnya.

Lebih jauh, Napoleon menilai apa yang diperbuat Muhammad Kece sangat membahayakan persatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.  

Dia menyayangkan pemerintah belum menghapus semua konten-konten Muhammad Kece.

"Saya sangat menyayangkan sampai saat ini pemerintah belum menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan manusia-manusia tak beradab itu," imbuhnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait