Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Polisi Selidiki 23 Aduan Pungli Bansos di Kota Tangerang

Anisa Kurniasih,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polisi Selidiki 23 Aduan Pungli Bansos di Kota Tangerang
Image: Ilustrasi - Pengadaan bansos COVID-19. (Dok. Kemensos)

Tangerang - Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombes Pol Deonijiu de Fatima mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki adanya 23 aduan masyarakat terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli)  bantuan sosial (bansos) yang disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Ia menegaskan, pihaknya akan memproses oknum-oknum yang melakukan aksi pungli bansos dari Pemerintah.

"Saat ini, kami tengah mencari dan mengusut adanya indikasi terkait kasus tersebut. Ini masih proses penyelidikan, nanti untuk hasilnya akan kita sampaikan kembali," kata Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombes Pol Deonijiu de Fatima, Senin (2/8/2021)dikutip PMJ News.

Ia mengatakan, dalam mengusut dugaan kasus ini, pihaknya telah berkomunikasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Wali Kota Tangerang.

"Mereka-mereka yang namanya terlampir akan kita lakukan penyelidikan untuk mengkaji kasus ini lebih dalam," sambungnya.

 Deonijiu pun mengimbau agar masyarakat yang telah menjadi korban pungli bansos untuk segera melapor ke pihak kepolisian.

"Khususnya kepada masyarakat yang haknya diambil oleh pelaku pungli, agar tidak perlu takut, silakan melapor. Kalau ada yang mengetahui dan bahkan menjadi korban, silakan lapor saja, kita akan tegakkan hukum kepada mereka yang melakukan pelanggaran," tutupnya.

Sebelumnya, dugaan adanya pungli bansos terungkap usai Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan sidak di Karang Tengah, pada Rabu (28/7/2021) lalu guys.

Dana bansos yang seharusnya diberikan senilai Rp 600 ribu kemudian dipotong Rp50.000 oleh pihak pendamping yang memberikan dana bansos PKH.

Hingga kini, sudah ada lima orang warga yang merupakan penerima bansos Program Keluarga harapan (PKH) dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait