Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Polisikan 8 Akun Medsos, Rizky Billar Ngaku Terima Ancaman Pembunuhan

Eronika Dwi,
10 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polisikan 8 Akun Medsos, Rizky Billar Ngaku Terima Ancaman Pembunuhan
Image: Rizky Billar dan Lesti Kejora. (Instagam @lestykejora)

Jakarta - Sambangi Polda Metro Jaya, Rizky Billar melaporkan delapan akun media sosial (medsos) terkait kasus dugaan pengancaman dan pencemaran nama baik, Selasa (23/11/2021).

"Beberapa akun sudah kita data dan kita berikan bukti-buktinya untuk pembuatan laporan di SPKT (Polda Metro Jaya). Yang pasti ada lebih dari delapan akun dan bukti dari screenshot dari mas Billar," jalas kuasa hukum Rizky Billar, Sandy Arifin, usai membuat laporan.

Disampaikan Billar, salah satu bentuk ancaman yang diterimanya dan keluarga adalah ancaman pembunuhan.

"Yang pasti (ancaman) itu berkaitan dengan saya dan keluarga saya. Ancaman (pembunuhan) salah satunya seperti itu," kata Billar.

Billar mengatakan bahwa laporan yang dilayangkan ini merupakan bentuk perlindungan darinya untuk sang istri, Lesti Kejora yang tengah mengandung anak pertama mereka.

Tindakan ini, kata Billar, untuk mengantisipasi agar Lesti tidak kepikiran dengan ancaman-ancaman tersebut.
 
"Sebenernya kan ini antisipasi saya agar dede (Lesti) yang tengah mengandung anak kami tidak kepikiran, maka ini bentuk sikap yang saya lakukan untuk melindungi istri saya," tegasnya.

Sebelumnya, kata Billar, ia telah memberikan teguran kepada akun-akun tersebut. Namun, teguran tersebut tidak direspons.

"Saya pelajari juga akun ini sekitar dua atau tiga bulan. Saya merasa ini sudah kelewat batas, sehingga saya akhirnya membuat laporan," ucapnya.

Sementara itu, laporan Billar sendiri telah diterima dan teregistrasi dengan nomor LP/B/5855/XI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal: 23 November 2021.

Delapan akun tersebut dilaporkan atas dugaan pelanggaran di Pasal 27 ayat 4 Juncto Pasal 5 ayat 4 UU ITE tentang Pengancaman di Media Sosial.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait