Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

PPKM Turun ke Level 1, Pemkot Surabaya Fokus Gerakkan Roda Ekonomi

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
PPKM Turun ke Level 1, Pemkot Surabaya Fokus Gerakkan Roda Ekonomi
Image: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya - Per tanggal 19 Oktober 2021, Kota Surabaya telah berstatus Level 1 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kini Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk fokus menggerakkan roda perekonomian.

"Alhamdulillah dengan Inmendagri yang baru keluar itu kita Level 1, maka tujuan kita satu, yakni menggerakkan ekonomi yang harus mulai berputar," kata Eri dikutip dari keterangan resminya, Kamis (22/10/2021).

Jika sebelumnya beberapa sektor kegiatan belum diizinkan beroperasi, dengan status ini maka bakal diperbolehkan. Tentunya, kata Eri, dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan ketat. 

Eri pun mengaku pihaknya langsung tancap gas. Salah satu langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya yaitu dengan menggandeng PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama untuk menggerakkan sektor terdampak PPKM sebelumnya seperti di bidang kesenian dan pariwisata.

Sebab menurut Eri, inilah saat yang tepat untuk tancap gas menggerakkan roda perekonomian di Surabaya. Apalagi, beberapa sektor usaha di Surabaya sebelumnya sempat terhenti.

"Ekonomi sudah harus bergerak, digas pol. Sudah lama warga Surabaya pergerakan ekonominya berhenti. Jadi pemerintah hari ini harus hadir menggerakkan ekonomi di Surabaya," kata dia.

Tak lupa, Eri menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen dan masyarakat yang telah bergotong-royong untuk memutus mata rantai COVID-19 di Kota Pahlawan. Meski Surabaya sudah berada di Level 1, Eri mengimbau seluruh masyarakat tak abai dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes).

"Saya matur nuwun (terima kasih) kepada warga Surabaya. Waktunya kita bangkit dan jangan dirusak kebangkitan ekonomi kita ini. Saya nyuwun tulung (minta tolong) masyarakat Surabaya terus jaga prokes-nya," pesannya.

“Sekali lagi, jangan dihentikan dengan pola hidup yang tidak prokes. Karena, kalau ini (COVID-19) naik kembali, maka yang rugi adalah warga Surabaya," tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait