Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Profil Lengkap Si Bos Jalan Tol Jusuf Hamka

Kintan Lestari,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Profil Lengkap Si Bos Jalan Tol Jusuf Hamka
Image: Pengusaha Jusuf Hamka di depan masjid Babah Alun yang dibangunnya. (Instagram @jusufhamka)

Jakarta - Saat pandemi COVID-19 melanda, beberapa pengusaha ikut menyumbangkan hartanya demi membantu sesama. Salah satunya adalah Jusuf Hamka. Yuk, kita lihat profil Jusuf Hamka.

Mohammad Jusuf Hamka, atau yang dikenal dengan Babah Alun, adalah pengusaha keturunan Tionghoa yang dikenal sebagai bosnya jalan tol. 

Pasalnya pria kelahiran Desember 1957 merupakan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persata (CMNP), perusahaan yang terlibat dalam pembangunan jalan tol di Indonesia.

Kini jadi pengusaha sukses, rupanya dulu Jusuf Hamka hidup pas-pasan. Pria kelahiran Samarinda ini pun berjualan keliling setelah pulang dari sekolah.

Jusuf Hamka menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi. Sayang, ia tidak menyelesaikan pendidikannya. Dan terbukti, hal tersebut tidak menghalanginya untuk sukses seperti sekarang.

Jusuf Hamka adalah seorang mualaf. Ia masuk Islam di pada tahun 1981 saat berusia 23 tahun. Ia merupakan anak angkat dari ulama Buya Hamka.

1634303323-jusuf-hamka-dan-istri.jpgSumber: Potret kebersamaan Jusuf Hamka dan sang istri, Lena Burhanudin. (Instagram @jusufhamka)

Di usia 23 tahun, pria dengan nama asli Joseph Alun ini tertarik dengan kisah orang Tionghoa yang masuk Islam. Ia pun pergi ke Masjid Al Azhar dan bertemu dengan Buya Hamka. 

Ia awalnya hanya bertanya-tanya seputar agama Islam. Namun Buya Hamka memintanya untuk saat itu juga masuk Islam dan membaca kalimat syahadat. Beruntung orang tuanya tidak mempermasalahkan keputusannya untuk masuk Islam.

Sebagai seorang muslim, Jusuf Hamka memutuskan membangun masjid. Ia sudah membangun tiga masjid sejak tahun 2017. Pernah ia menyatakan kalau dirinya ingin membangun 1000 masjid.

Pernah hidup pas-pasan, Jusuf Hamka yang kini kaya raya tetap menjadi sosok yang rendah hati. Ia membantu masyarakat yang terdampak pandemi dengan menjual nasi kuning dan sembako dengan harga sangat murah.

Suami Lena Burhanudin itu juga menyumbangkan 10 hektar tanahnya di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, untuk dijadikan tempat pemakaman jenazah pasien COVID-19.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait