beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URoto

Ratu Elizabeth II Ternyata Pernah Jadi Mekanik Truk saat Perang

Fitri Nursaniyah,
26 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ratu Elizabeth II Ternyata Pernah Jadi Mekanik Truk saat Perang
Image: Ratu Elizabeth II. (Instagram @theroyalfamily)

Jakarta - Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022). Dia menjadi Ratu terlama yang berkuasa di Inggris yaitu sampai 70 tahun.

Kisah-kisah Ratu Elizabeth II semasa hidup pun ramai dicari tahu seiring dengan kematiannya.

Ratu Elizabeth II meninggal di usia 96 tahun. Menurut publikasi sebagaimana dilaporkan autoweek, Ratu Elizabeth II pernah menjadi seorang mekanik truk selama Perang Dunia II.

Elizabeth muda mengambil bagian membantu upaya pertempuran Inggris dan pengeboman Jerman. Sebenarnya Elizabeth awalnya juga tidak mendapatkan izin untuk bergabung dengan militer. Bagaimana tidak, Elizabeth dan Margaret adalah putri yang sangat disayangi Raja George VI dan Elizabeth Ibu Suri. Keduanya sangat protektif pada anak-anaknya.

Tapi akhirnya setelah satu tahun perdebatan, keluarga kerajaan mengalah dan memberikan Elizabeth yang saat itu berusia 19 tahun untuk bergabung dengan militer.

Pada Februari 1945, Elizabeth bergabung dengan Layanan Wilayah Tambahan Wanita dan terdaftar sebagai orang yang dilantik dengan Nomor 230873 dengan nama Elizabeth Windsor.

Dalam peperangan, anggota Auxiliary Territorial Service melakukan banyak pekerjaan di militer mulai dari penembak anti-pesawat, pengemudi, hingga ahli mekanik.

Elizabeth pun memilih bergabung dengan tim mekanik. Dia menjalani kursus dulu selama enam minggu. Menurut laporan Associated Press, setelah lulus tes mengemudi militer, Elizabeth kemudian belajar membaca peta dan belajar memperbaiki mesin. Elizabeth pun dijuluki sebagai 'Princess Auto Mechanic' oleh media saat itu.

Catatan tentang kendaraan mekanik apa yang ia tangani dan apa saja hal yang dia lakukan selama masa itu, mungkin telah hilang dari sejarah.

Tapi Ratu selama masa hidupnya, menjadi pengemudi aktif bahkan mengajari anak-cucunya mengemudi, meskipun ia menjadi satu-satunya orang yang tidak boleh memiliki SIM di Inggris.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait