beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Respons Komnas HAM soal 25 Polisi Tak Profesional dalam Kasus Brigadir J

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Respons Komnas HAM soal 25 Polisi Tak Profesional dalam Kasus Brigadir J
Image: Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kanan) dan Choirul Anam memberikan keterangan pers terkait penyelidikan kasus penembakan Brigadir J di Kantor Komnas HAM, Senin (1/8/2022). (YouTube Humas Komnas HAM RI)

Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengaku saat ini belum ada keputusan untuk memeriksa 25 anggota Polri yang dinyatakan tak profesional dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) kasus Brigadir J. Namun Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyatakan pihaknya tak menutup kemungkinan terkait pemeriksaan 25 polisi itu.

"Belum, kami belum mengagendakan (pemeriksaan) tapi tidak tertutup kemungkinan," kata Beka di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Hingga saat ini menurut Beka pihaknya masih akan bekerja sesuai tahapan yang ada dan mendalami data yang telah diperoleh, termasuk CCTV, ponsel, hingga uji balistik dari tim Labfor Polri.

Khusus hari ini, Beka menambahkan Komnas HAM rencananya bakal melakukan pemeriksaan uji balistik. Dalam pemeriksaan itu beberapa hal yang didalami Komnas HAM antara lain terkait penggunaan peluru, register senjata, hingga ada atau tidaknya peluru yang pecah.

"Kalau ditanya soal 25 anggota polisi tersebut, belum kami putuskan," tegas Beka.

Sebelumnya, sebanyak 25 anggota polri diperiksa oleh Inspektorat Khusus Tim Khusus Polri terkait penanganan kasus penembakan Brigadir J. Hasilnya, ke-25 personel itu dinyatakan tidak profesional dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP), seperti merusak dan menghilangkan barang bukti.

Buntutnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mencopot 10 orang di antaranya dari jabatan mereka dan lima orang lainnya dipromosikan. Dari 15 orang tersebut, termasuk Ferdy Sambo yang dimutasi sebagai Pati Yanma Polri.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait