Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Roundup 30 Desember: Pelatih Thailand Minta Maaf hingga V BTS Ultah

Urbanasia,
18 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Roundup 30 Desember: Pelatih Thailand Minta Maaf hingga V BTS Ultah
Image: V BTS. (Instagram@btstae)

Jakarta - Sejumlah informasi terangkum pada Kamis (30/12/2021) nih, Urbanreaders! Kabar tersebut di antaranya Pelatih Thailand Alexandre Mano Polking beri klarifikasi soal tudingan meremehkan timnas Indonesia di  final Piala AFF 2020.

Lalu, ada juga informasi mengenai salah satu member BTS yang akrab disapa V tengah berulang tahun ke-26, hari ini (30/12/2021).

Nah, biar nggak penasaran, langsung saja berikut roundup top 5 news Urbanasia di hari ini.

1. Dituding Remehkan Indonesia karena Ganti Kiper, Pelatih Thailand Minta Maaf

1640853855-Pelatih-Thailand.jpgSumber: Pelatih timnas Thailand, Alexandre Mano Polking (Instagram @changsuek)

Pelatih Thailand Alexandre Mano Polking beri klarifikasi soal tudingan meremehkan timnas Indonesia. Hal ini karena adanya pergantian kiper yang dilakukan Thailand dalam pertandingan leg pertama final Piala AFF 2020 melawan Indonesia, Rabu (29/12/2021). 

Pada laga kali ini, awalnya Thailand menurunkan Siwarak Tedsungnoen sebagai penjaga gawangnya. Namun kemudian ia ditarik keluar dan digantikan oleh Kawin Thamsatchanan di menit ke-75.

Pergantian itu terjadi saat Thailand unggul sementara dengan skor 3-0. Keputusan ini kemudian mengundang perhatian publik. Bahkan tak sedikit yang mengkritik keputusan tersebut dan menudingnya telah meremehkan timnas Garuda.

2. Meski Banjir Petisi, Pengadilan Seoul Putuskan ‘Snowdrop’ Lanjut Tayang

1636428170-snowdrop.jpgSumber: Poster Drama 'Snowdrop' (Instagram @JTBC)

Pengadilan Distrik Barat Seoul memutuskan ‘Snowdrop’ bisa terus tayang meski menuai petisi publik. Drama yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In ini sebelumnya diprotes karena tuduhan distorsi sejarah. 

“Jika ‘Snowdrop’ didasarkan pada distorsi sejarah, kemungkinan publik menerima mentah-mentah hal itu sebagai fakta sangat kecil,” kata pengadilan. 

Selain itu, tidak ada undang-undang yang melindungi gerakan prodemoksrasi dari distorsi sejarah. 

“Kecuali jika konten drama melibatkan (kelompok sipil) secara langsung, sulit untuk membantah bahwa itu melanggar hak (grup)”.

3. Minta Keringanan Rehabilitasi, Nia Ramadhani: Saya Ibu Tiga Anak

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait