menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Roundup Top 5 News Urbanasia, 28 April 2021

Urbanasia,
7 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Roundup Top 5 News Urbanasia, 28 April 2021
Image: Bahlil Lahadalia/Sekretariat Presiden

Jakarta - Sejumlah informasi menarik terangkum pada Rabu (28/4) nih, Urbanreaders! Kabar di antaranya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Nadiem Makarim menjadi Mendikbudristek dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu digerebek polisi, hingga klaster perkantoran di Jakarta meningkat.

Langsung saja, berikut roundup top 5 news Urbanasia di hari ini, guys!

1. Jokowi Resmi Lantik Mendikbudristek dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

1619333492-Jokowi-Keterangan-soal-KRI-Nanggala-25-April.jpgSumber: Jokowi memberikan keterangan pers terkait tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402, Minggu (25/4/2021). Sumber : YouTube Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo resmi melantik dua menteri di kabinet Indonesia Maju, yakni Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Rabu (28/4/2021).  Kedua menteri yang dilantik merupakan pejabat lama yang memiliki tugas dan nomenklatur baru.

Jokowi menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi usai Kementerian Riset dan Teknologi dilebur menjadi satu dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan untuk mengisi Kementerian Investasi yang baru dibentuk, Jokowi menunjuk Bahlil Lahadalia yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

2. Layanan Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu Digerebek Polisi

1605329976-Bandara-Kualanamu.jpgSumber: [email protected]_kualanamu

Lokasi rapid test antigen Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut) digerebek polisi, Selasa (27/4/2021). Diduga, lokasi tes tersebut menggunakan peralatan bekas. Penggerebekan dilakukan oleh tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumatera Utara. Dari hasil tersebut didapatkan sejumlah barang bukti berupa ratusan alat rapid antigen bekas pakai yang sudah didaur ulang.

Petugas yang ada di lokasi pun telah mengakui bahwa alat yang digunakan untuk pengambilan sampel itu memang bekas pakai. Petugas mencuci dan membersihkan lagi setelah alat digunakan. Kemudian dimasukkan lagi ke dalam bungkus sehingga tampak baru dibuka. Alat tersebutlah yang digunakan untuk pemeriksaan pasien berikutnya. Humas Bandara Kualanamu, Ovi, membenarkan penggerebekan tersebut. Ia menyatakan bahwa kasusnya masih diselidiki. Sementara lima orang petugas rapid test antigen yang bertugas di tempat telah diamankan polisi

3. TNI AL Berencana Evakuasi KRI Nanggala 402 dengan Metode Ini

1619417832-konferensi-pers-penemuan-kapal-nanggala.JPGSumber: Penampakan salah satu bagian kapal selam KRI Nanggala-402 yang ditemukan di kedalaman 838 meter. (YouTube Puspen TNI)

TNI AL berencana mengangkat dan mengevakuasi KRI Nanggala-402 beserta 53 awak kapal yang tenggelam di Perairan Bali. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengangkut kapal dari kedalaman 838 meter.  Namun kedalaman laut akan memberikan kesulitan dalam proses pengangkatan.

Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena KSAL), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menyampaikan metode pengangkatan yang bisa dipertimbangkan yaitu menusuk, mengait sampai mengangkat badan kapal secara perlahan.

"Kemudian ada yang menggunakan balon udara. Bahkan, kita bisa pakai metode hembusan angin, yang mana angin dihembuskan melalui selang hingga air di dalam kapal terbuang," tambahnya.

Namun demikian, Ali mengungkap seluruh metode yang nantinya akan digunakan harus tetap memperhatikan kondisi serta tekanan di bawah air.

4. Geledah Bekas Markas FPI, Densus 88 Temukan Bahan Baku Peledak

1619522502-Munarman.jpgSumber: Eks Sekretaris Umum FPI Munarman/ANTARA Boyke Ledy Watra

Setelah penangkapan mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Densus 88 Antiteror juga menggeledah bekas kantor sekretariat FPI di Petamburan, Jakarta Pusat. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, dari penggeledahan tersebut tim Densus 88 menyita barang bukti, seperti atribut FPI, dokumen  hingga bahan-bahan yang digunakan sebagai peledak. 

"Penggeledahan di kantor FPI, telah ditemukan atribut ormas terlarang, beberapa dokumen, hingga serbuk berjenis aseton yang dimasukkan ke dalam satu botol yang ternyata mengandung nitrat yang sangat tinggi," ungkap Ramadhan, Rabu (27/4/2021). "Bahan ini mirip dengan bahan yang ditemukan di daerah Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu," tambahnya.

Semua barang bukti yang berhasil diamankan nantinya akan dicek terlebih dahulu di Puslabfor Polri. Sementara Densus 88 akan terus melakukan penggeledahan di bekas kantor sekretariat FPI.

5. Klaster Perkantoran Meningkat, Ini Imbauan IDI

1596712010-perkantoran-jakarta.jpegSumber: Ilustrasi perkantoran di Jakarta. (Urbanasia/Ardha Franstiya)

Data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan klaster perkantoran di Jakarta meningkat. Pada periode 12-18 April 2021 diketahui ada 425 jumlah kasus positif yang ditemukan di 177 perkantoran. Padahal di periode sebelumnya, yakni 5-11 April 2021, hanya ada 157 kasus positif COVID-19 ditemukan di 78 perkantoran.

"Kita tidak bisa serta merta minta WFH karena problemnya tidak sederhana. Maka upayanya pengaturan. Jadi perlu tata kelola, kalau perlu ada regulasinya. Jadi harus ada regulasi, apakah lewat PP atau Pergub/Perwal untuk kemudian jadi satu dasar bahwa tata kelola ada SOP yang harus diterapkan yang bersinergi dengan satgas covid," ujar Adib Khumaidi, Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia.

Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, Dr dr Eka Ginanjar, menyatakan WFH bisa dilakukan lagi bila situasinya tidak terkendali.

"Intinya kita harus lihat daerah kita. Kalau sudah terjadi klaster, lihat terkendali atau tidak. Kalau terkendali suruh isolasi, kalau tidak terkendali baiknya WFH. Pandemi memaksa kita meninggalkan pola lama yang mana bekerja harus di satu tempat, tapi sekarang bisa dimana saja.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait