menu
user
URnews

Selebgram Ari Pratama Tewas Ditikam Pacar, Dada Penuh Luka Tusuk

Itha Prabandhani,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Selebgram Ari Pratama Tewas Ditikam Pacar, Dada Penuh Luka Tusuk
Image: Ilustrasi pembunuhan. (Pixabay/kalhh)

Makassar - Kabar mengejutkan datang dari selebgram asal Makassar, Ari Pratama. Pemilik akun @ariiprtamaa berfollower 16 ribuan itu, ditemukan tewas di sebuah penginapan di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 5 Maret 2021, sekitar pukul 05.15 WITA.

Ari Pratama dikabarkan check-in dengan seorang teman wanita di penginapan tersebut sekitar pukul 03.40 WITA. Baru sekitar 1 jam berada di kamar yang terletak di lantai dua, korban keluar dari kamar dengan kondisi penuh luka tusukan. Korban sempat berusaha meminta tolong pada resepsionis, namun akhirnya ambruk dan tewas karena kehabisan darah.

Pelaku penusukan diketahui berinisial AS, seorang mahasiswi semester IV sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar.

Kepada polisi, AS yang telah menjalin hubungan dengan Ari selama sekitar 7 bulan, mengaku sakit hati saat mendengar bahwa dirinya akan diputuskan. AS juga mengaku bahwa selama berpacaran, mereka telah sering berhubungan intim, sehingga dirinya tak terima bila dicampakkan begitu saja.

"Sakit hati, (karena) mau-ka na tinggalkan," kata AS kepada polisi.

Berdasarkan informasi dari pihak Kepolisian, AS pun sempat mengaku hamil, untuk mempertahankan hubungan dengan Ari. Meski begitu, korban tetap keukeuh untuk memutuskan hubungan, sehingga AS gelap mata.

Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman, mengatakan, AS menikam Ari Pratama menggunakan sebilah pisau dapur.

"Pelaku menggunakan sebilah pisau menusuk korban, hingga korban ditemukan di TKP banyak mengeluarkan darah, hingga meninggal dunia," kata Iptu Iqbal Usman.

Ari dinyatakan tewas dengan sejumlah luka tusukan di dada. Saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik Biddokkes Polda Sulsel terkait tewasnya selebgram Ari Pratama.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait